Kamis, 19 November 2009

ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpurae) [bagian 1]

Kamis, 19 November 2009
Definisi ITP


ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. 'Idiopathic' berarti 'tidak diketahui penyebabnya'. 'Thrombocytopenic' berarti 'darah yang tidak cukup memiliki keping-keping darah (trombosit). 'Purpura' berarti seseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan).

ITP [Idiopathic Thrombocytopenic Purpurae] ialah suatu gangguan sistem imunitas yang ditandai dengan trombositopeni yaitu jumlah trombosit menurun hingga dibawah dari jumlah normal 150.000 /ul sehingga menimbulkan perdarahan.

Didalam tubuh manusia, ada yang namanya sistem hemostasis. Hemostasis ialah suatu fungsi tubuh yang bertujuan untuk mempertahankan keenceran darah sehingga darah tetap mengalir dalam pembuluh darah dan menutup kerusakan dinding pembuluh darah sehingga mengurangi kehilangan darah pada saat terjadinya kerusakan pembuluh darah. Faal hemostasis melibatkan 4 sistem, yakni ; sistem vaskkuler, sistem trombosit, sistem koagulasi dan sistem fibrinolisis.

Adanya trombositopenia pada ITP ini akan mengakibatkan gangguan pada sistem hemostasis tersebut.


Ciri-ciri ITP :

Penderita ITP memiliki tanda-tanda :

  • suhu badan normal (tidak terdapat demam),

  • tidak terdapat pembesaran limpa dan hati,

  • BAB (feces) berwarna hitam,

  • Adanya trombositopenia atau “small platelets” (jumlah trombosit <150 .000=".000" .="." br="br" ul="ul">Dari hasil laboratorium trombosit sering tidak normal dan selalu naik turun biasanya di bawah 20.000/ul (trombosit normal : 150.000-450.000/ul) dan leukosit (WBC) tinggi diatas 10.000/ul (leukosit normal : 4000-10.000/ul). Hemoglobin (hb) juga mempengaruhi seorang penderita ITP. Karena jika sangat kurang dari normal penderita bisa sangat lemas dan pingsan (Normal, wanita : 12-16 g/dl, laki-laki : 13-18 g/dl, anak-anak < 11 tahun : 11-12.5 g/dl dan < 7hari : 17-22 g/dl, wanita hamil : 11-15 g/dl ). Adanya juga keterangan eritrosit (RBC) tergambar anemia dengan 1 + Hypochromia.
    Tidak ada peningkatan hematokrit (HCT) dimana normal : laki-laki : 40-54 %, wanita : 36-47 % dan anak-anak : 32-42 %

  • Gambaran klinik berupa perdarahan di kulit.

  • Pada pemeriksaan sumsum tulang; megakarosit normal atau meningkat (Tapi pemeriksaan ini tidak harus dilakukan)

peningkatan trombosit dapat disebabkan oleh pengaruh lovastatin yang terkandung dalam angka terhadap faktor perangsang koloni megakariosit. Megakariosit merupakan sel raksasa di dalam sumsum tulang. sel tersebut membentuk trombosit dengan mengeluarkan sedikit sitoplasma ke dalam sirkulasi darah. satu sel megakariosit berpotensi membentuk 4000 sel trombosit.

Yang mesti disiapkan jika perlu dilakukan pemeriksaan sumsum tulang:
1. Kesiapan mental, karena pemeriksaan ini sedikit menyakitkan
2.Tidak memiliki kelainanan/ penyakit radang kulit di daerah dada
3. Berkonsultasilah dengan dokter terkait manfaat dan risiko pemeriksaan sumsum tulang ini.

luka memar membiru

Perdarahan yang terjadi umumnya pada seorang penderita ITP seperti mimisan, luka memar sampai membiru, gusi berdarah, pada kulit berupa bintik-bintik merah (dalam kedokteran disebut purpurae), bisa juga muntah berdarah dan bagi wanita keluar menstruasi bisa sebulan 2x dan meningkatkan aliran darah menstruasi. Hal ini bisa terjadi bila kadar trombosit nya sangat rendah sekali.



Bintik-bintik Purpura

Kadang ada dokter yang menyebutkan bintik-bintik merah kecil itu yang muncul pad a permukaan kulit disebut dengan Petechiae. (Hal itu disebut bila sang dokter belum memeriksa secara lanjut). Tapi bila diperiksa lebih lanjut dan terbukti ia menderita ITP maka bintik-bintik merah itu disebut Purpura. Bintik-bintik merah itu sangat kecil sekali, gatal dan bila udara panas maka penderita akan merasa tubuhnya seperti terbakar. Oleh sebab itu penderita harus berada pada ruangan yang suhu kamarnya normal.

Dalam keadaan normal, umur trombosit sekitar 10 hari, sedangkan pada ITP, umur trombosit memendek menjadi 2-3 hari atau bahkan hanya beberapa menit saja. Memendeknya umur trombosit ini disebabkan karena peningkatan destruksi trombosit di limpa oleh karena proses imunologi, dan umur trombosit berhubungan dengan kadar antibody platelet, sehingga bila kadar antibody platelet meninggi, maka umur trombosit semakin pendek

Secara klinis, ITP ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

  1. ITP Akut

  2. ITP akut [kurang dari 6 bulan] ini lebih sering terjadi pada anak [usia 2-6 tahun], seringkali terjadi setelah infeksi virus akut [Rubeola, Rubella, Varicella zoozter, Epstein Barr virus] dan penyakit saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Manifestasi perdarahan ITP akut pada anak biasanya ringan, perdarahan intracranial terjadi kurang dari 1% pasien. Biasanya ITP akut pada anak ini self limiting, remisi spontan terjadi pada 90% pasien [dimana 60% sembuh dalam 4-6 minggu, dan lebih dari 90% sembuh dalam 3-6 bulan]. Dan sekitar 5-10% lainnya berkembang menjadi ITP kronik [berlangsung lebih dari 6 bulan]

  3. ITP kronik

  4. ITP kronik ini terutama dijumpai pada wanita berumur 15-50 tahun. Episode perdarahan dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu, mungkin intermitten, bahkan terus menerus.
    Tapi ITP dapat pula terjadi pada siapa saja. ITP bukanlah penyakit keturunan.


Seperti yang tadi evi sebutkan di atas dalam tanda-tanda penderita ITP, bila penderita ITP diperiksa secara fisik, maka biasanya keadaan umumnya baik, tidak didapatkan demam, dan tidak ada pembesaran limpa maupun hati.

Gejala klinis bervariasi tergantung jumlah trombosit serta kadar antibodi platelet. Anemia baru didapatkan bila terjadi perdarahan hebat. Gejala ITP sendiri biasanya pelahan-lahan dengan riwayat mudah berdarah dengan trauma maupun tanpa trauma. Pada umumnya bentuk perdarahannya ialah purpura pada kulit dan mukosa [hidung, gusi, saluran makanan dan traktus urogenital].

Perdarahan spontan terjadi bila jumlah trombosit < 50.000/mm3, dan bila jumlah trombosit < 10.000/mm3 akan berisiko terjadi perdarahan intracranial [komplikasi serius, mengenai sekitar 1% dari penderita ITP].

Ada anggapan bahwa jika trombosit di bawah 20.000/ul harus tranfusi darah (trombosit) dan kadang ada dokter yang beri infus terus menerus. Tapi sebenarnya semua itu liat kondisi dari si pasien. (Untuk masalah penanganan permasalahan pasien atau terapi dan pemberian obat.. tunggu di note bagian 2 dan perbedaan DBD atau DHF, LUPUS dan LEUKIMIA bersama ITP di note bagian 3)

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan : “Allah tidak pernah menurunkan sebuah penyakit, kecuali Dia juga menurunkan bersamanya obat; obat itu bisa diketahui oleh orang yang mengerti penyakit tersebut dan tidak bisa diketahui oleh orang yang tidak mengerti penyakit tersebut ”

Professor Hawks dari Universitas Colombia telah menjadikan senandung berikut sebagai salah satu moto hidupnya : “Semua penyakit yang ada di bawah matahari pasti ada obatnya, atau sama sekali tidak pernah ada. Jika ada, maka berusahalah untuk mendapatkannya. Namun jika tidak, maka jangan dipikirkan”

Semoga note ini bermanfaat buat kita semua. Terimakasih buat sahabat-sahabat yang selalu memberi evi semangat, untaian do'a-do'a nya dan kasih sayang nya sehingga Evi semakin dekat dengan Allah SWT, dan bertambah rasa sabar ini :)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb
by : ~Evi Andri~


Referensi :
dr. Gino Tann M.D., Ph.D (London), F.I.S.H, Haemotologist-Oncologist
dr. Genis Ginanjar
http://luluch.blogspot.com/2008/08/idiopathic-thrombocytopenic-purpurae-or.html
http://dranak.blogspot.com/2006/10/itp-idiopathic-thrombocytopenic.html


Teman-teman juga bisa membaca cerita lain tentang ITP di bawah ini :



 Cerita Awal Menderita ITP [Kesabaran Penuh Nikmat dan Karunia] 

Diagnosis dan Pengobatan Bagi Penderita ITP [BAGIAN 2] 

Dahsyatnya Kekuatan Cinta dan Maaf; Trombosit Naik

Tips Tetap Fit Bagi Penderita Autoimun (Lupus dan ITP) 

Demam Panjang dan Trombosit Rendah, Waspada Itu Lupus

Herbal yang Tidak Cocok Bagi Autoimun (Lupus atau ITP)

Jawaban dari Pertanyaan Seputar Imunitas dan Herbal 

Semangat Untuk Bertahan Hidup


Faktor-Faktor Penyebab Susah Tidur

14 komentar:

Anonim mengatakan...

Ass. mbak evi bgmnan kbrnya sekarang ?saya seorang ibu dari putri yang divonis menderita itp 1 bulan yang lalu,saat ini sendang berobat terakhir trobosit sudah 151 ribu, dia berusia 17 tahun.yang ibu berikan disamping obat dari dokter juga jus kurma , sayur daun katuk, jus jambu, siselang seling tidak tiap hari tapi jus kurma sehari 3 x dan benar kata mbak wvi banyak2 berdoa, selalu optimis.semua itu sudah rencana Allah dan pasti itu yang terbaik untuk kita. kita harus yakin bahwa Allah mendegarkan doa kita.semoga mbak evi sekarang sudah sembuh. dan smg Allah memberi kesempatan kepad mbak evi untuk dapat meraih cita2. Aminn.....

dina mengatakan...

saya dina umur 10 tahun juga kena ITP sejak tahun 2007 sampe skrg. bagaimana cara mengatasi nya mbak evi mohon bantuan nya?
tolong di kirim saja ke email Sudaryanti_last@yahoo.com, dan ats bantuannya saya ucapkan trimakasih.

Evi Andriani mengatakan...

@Anonim : wa'aalikum alam wr wb. Alhamdulillah keadaan evi saat ini sehat wal'afiat. Alahmdulillah evi juga dah sembuh, tidak pernah mengalami pendarahan lagi. Evi ada minum resep teman yaitu kurma rasulullah. Oh ya, kalau ada FB, bisa add evi ya mba. atau bisa ngobrol di YM dan email evi : evi_andriani55@yahoo.com dan FB EVi : eviandriani53@yahoo.com
InsyaAllah, evi mau terbitkan buku tentang kisah inpiratif berama penderita ITP. Semoga mendapat respon yg cukup baik dari masyarakat :)

Anonim mengatakan...

Mbak Evi, yg Bagian-2 nya apa sudah diupload?

Evi Andriani mengatakan...

Bagian keduanya ada pada catatan :
http://eviandrianimosy.blogspot.com/2011/09/diagnosis-dan-pengobatan-bagi-penderita.html

Evi Andriani mengatakan...

@Dina : cara mengatasinya bisa di baca pada catatan blog ini bagian ke dua ya mba

Anonim mengatakan...

Mba Evi tks atas sharingnya.. Sangat bermanfaat. Kira-kira apakah sama khasiatnya minum ramuan kurma ajwa dengan memakan buah kurmanya secara langsung? Thanks sebelumnya.

Evi Andriani mengatakan...

@Anonim 29 Desember 2012: Sama-sama. Khasiatnya beda. Karena kalau cairan mudah diserap darah. Kalau buahnya harus diolah lagi mellaui pencernaan baru diolah sari-sarinya ke darah.

Anonim mengatakan...

Assalamualaykum,, saya juga pernah ITP waktu umur 14 thun pgobatannya hampir setahun,, alhamdulillah sudah sembuh skrg,, infonya bagus bget,, memotivasi :)

lovelyn tatyks mengatakan...

Assalamu alaikum mbak evi.saya tatik usia 34saya juga terkena itp.selama 2006. Saya sdh kamboh 3 kali ini juga baru keluar dari rumah sakit.yg perlu saya tykan apakah itp ini penyakit berbahaya.trimakasih atas waktunya.dan blsanya nnt.

Evi Andriani mengatakan...

@Mba Tatik (15 Feb 2014) : wa'alaikumussalam wr wb. ITP bukan merupakan penyakit berbahaya jika dilakukan dengan pengobatan yang tepat dan pola hidup yang sehat mbaku ;). Semoga semakin sehat ya mba :)

Evi Andriani mengatakan...

@Anonim (29 Januari 2014) : wa'alaikumussalam wr wb. Alhamdulillah jika sudah sembuh ya mba. Alhamdulillah juga jika tulisan-tulisan di sini memotivasi :)

Anonim mengatakan...

assalamu'alikum wr, wb mbak evi.
Nama saya lestari, sekarag 18. Saya kena ITP waktu umur 15 tahun. Masuk ICU seminggu setelah itu melakukan berobat jalan selama 7 bulan. Karena khawatir jadi tergantung sama obat, mama akhirnya nyuruh berhenti dan minum obat tradisional. sekarang alhamdullilah udah nggak kambuh separah dulu.

Tapi akhir-akhir ini gusi sering berdarah sama muncul bintik-bintik merah di kaki, dan kata ortu muka saya kadang suka pucet kalau kecapekan. Apa itu termasuk tanda ITP-nya ternyata kambuh? Saya nggak berani bilang ke mama(kapok masuk rumah sakit)
Lalu, saya mau tanya, untuk penderita ITP apakah sebaiknya cek darah lengkap rutin?

Selain kurma, apa mbak evi bisa rekomendasiin jenis herbal lain buat penderita ITP?

Bisa saya ngobrol lebih jauh soal ini sama mbak evi?
Terimakasih.

Evi Andriani mengatakan...

@Lestari : Kalau sudah muncul bintik-bintik merah ditambah lagi gusi berdarah, itu tandanya trombosit di bawah normal, bisa jadi di bawah 20ribu. Ya itu tandanya ITP-nya kambuh. Untuk ITP selama masih sakit, dilarang untuk berhenti makan obat.

Kalau makan obatnya diputus maka sakit bisa tambah parah. Kalau herbal saya ga pernah rekomendasi dengan pasien mana pun. Karena sesuai pengalaman saya dan beberapa teman-teman yang sudah konsumsi herbal, banyak bertentangan dengan autoimun sehingga buat sakit parah dan bahkan berakibat pada kematian.

Kalau mau ya makan buah, dan sayuran, atau makan makanan yang sehat. Bisa juga makan madu, jus wortel, ikan gabus.

Lebih lanjut bisa di email : evi_andriani55@yahoo.com atau WA/sms : 081315443133

Poskan Komentar