bunga

Suami yang Tulus Menemani Istri yang Menderita Lupus

Suami yang Tulus Menemani Istri yang Menderita Lupus

Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah, puji syukur pada Ilahi Rabbi dan ucapan shalawat salam pada Baginda Rasulullah dan semua sahabatnya dimana sampai sekarang evi masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk berbagi dan tak lupa juga ucapan terimakasih kepada semua sahabat yang telah mendoakan evi khususnya. Semoga catatan ini bermanfaat bagi kita semua.

Tetap Tulus Meski Istri Menderita Lupus

Menyertai hari-hari orang tercinta saat mengatasi derita sakit memang membutuhkan ketulusan yang luar biasa. Apalagi bila penyakit yang diderita bukanlah penyakit biasa, melainkan penyakit yang hingga kini belum ada obatnya. Namun, kasih sayang dan kelapangan dadalah yang dapat membuat Eko Priyo Pratomo (47) Seorang Advisor di PT. Fortis Investments dapat bertahan dalam ketulusannya mendampingi istrinya tercinta, Dian Syarif (45), menghadapi deraan penyakit Lupus.

Apa itu Penyakit Lupus ?

Penyakit lupus adalah penyakit yang unik dan belum dikenal luas. Pada penyakit ini, sistem imunitas menyerang tubuh karena menganggapnya sebagai benda asing. Targetnya adalah seluruh sistem organ tubuh.
Nama lengkap Lupus yaitu SLE (Systemic Lupus Erythematosus).
Diagnosis SLE yaitu rasa lelah, demam, kadang-kadanga disertai menggigil, berat badan merosot, sakit kepala, dada, abdomen, fotosensitif, epistakis, rambut gugur.
Tanda penting yaitu : arthritis, ANA meningkat, bercak malar, fotosesinting (bercak muncul akibat terpajan sinar matahari), bercak discoid, salah satu kelainan darah (anemi hemolitik, leukosit <4000/mm kubik, limposit <1500/mm kubik, trombosit <100.000/mm kubik), ulkus pada mulut, dll.

Menurut dr. Rachmat Gunadi W., SpPD-KR, Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf, dan alat tubuh lainnya. Gejala tersering adalah bercak kulit, artristis (radang sendi), kerap disertai lemah badan dan demam. Perjalanan penyakit Lupus beragam, dari ringan sampai berat berselang-seling kambuh dan baik.
Pengobatan Lupus tergantung dari berat-ringannya dan alat tubuh yang terkena Lupus, untuk itu diperlukan penilaian medis secara berkala. Jika terdapat gejala ringan dapat diberikan obat antiflamasi nonsteroid (OAINS), seeprti hidroycloroquine. Jika terdapat gejala yang berat dan sampai mengancam jiwa, diberikan kortikosterioid seperti prednisone, metilprednison, dan obat imunosupresif, seeprti azathioprine, cyclophosphaminede.

Menghadapi ujian seberat inilah Eko menemani hari-hari Dian Syarif menyingkap hikmah diberikan oleh Allah SWT.

Awal Kisah istrinya menderita Lupus

Penyakit itu datang tiba-tiba, tanpa tanda-tanda khusus. Sebelumnya istri saya memiliki kesehatan yang prima. Ketika itu, Februari (Ramadhan) 1990, istri saya mengalami menstruasi yang berkepanjangan. Lalu kami periksa ke dokter dan laboratorium, ternyata trombositnya sudah turun drastis.
Awalnya dokter menduga istri saya kena demam berdarah, tapi ternyata bukan. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan, istri saya di diagnose Lupus.
Setelah mencari tahu lebih banyak dari internet, saya sempat khawatir. Yang lebih mengkhawatirkan ketika itu, sebenarnya bukan penyakit Lupusnya, tapi ada infeksi di otak. Ini bisa menyebab istri saya terancam kehilangan penglihatan, tapi juga mengancam jiwanya, karena harus mengalami pembedahan otak berkali-kali.
Terus terang saya sempat shock dan ada rasa takut akan kehilangan dia. Namun saya harus menguatkan diri karena saya harus mendampingi diri dan menguatkan dia juga.
Antara satu dengan yang lain, penyakit dan obatnya berbeda-beda. Dalam kasus istri saya, dia mesti mengalami beberapa kali operasi berat yang harus dilakukan seperti bedah otak, pemasangan shunt (pipa) untuk mengalirkan cairan otak yang tersumbat, pengangkatan empedu, pengangkatan rahim, dan beberapa operasi lainnya.

Dalam wawancaranya melalui hidayatullah,

Pernahkah Anda mendapatkan tekanan dari pihak keluarga atau pihak lain untuk meninggalkan istri Anda? Dan bagaimana Anda menyikapinya? Eko menjawabnya : “Tidak pernah, keluarga saya justru sangat mendukung dan berusaha turut membantu saya untuk mendampingi istri. Justru istri saya sendiri yang pernah menanyakam kepada saya perihal keinginan untuk menikah lagi. Namun saya menjawab, insyaALlah tidak berniat. Saya menganggap istri saya bukan hanya menjadi lading amal bagi saya, tapi juga keberadaannya di samping saya yang justru memberikan banyak kekuatan luar biasa bagi saya

Bagaimana cara Anda mengatasi kerinduan akan hadirnya seorang buah hati? Eko menjawab : “Saya masih merindukan buah hati ketika istri masih sehat. Setelah melihat penderitaan dan perjuangan yang pernah ia alami, termasuk ketika ia harus merelakan rahimnya diangkat, saya menyadari Allah SWT memang punya rencana lain. Saya juga banyak belajar bahwa memiliki keturunan juga adalah ujian, sehingga saya juga meyakini, bahwa Allah SWT punya rencana yang lebih indah dengan tidak memiliki keturunan. Musibah ini atau lebih tepatnya ujian menjadi jalan untuk belajar dan menggali ‘pesan-pesan’ Allah SWT

Aktivitas Istri Eko Sehari-hari

Dian Syarif adalah Ketua Syamsi Dhuha Foundation (SDF). Lembaga sosial ini didirikan di Bandung sejak 2003. Bersama para relawan dia menggerakkan berbagai kegiatan support group membantu orang dengan Lupus (ODAPUS) dan Low Vision. Melalui program Care For Lupus dan Care for Low Vision, dimana pada program ini melakukan pendampingan, edukasi, membangun jaringan kemitraan untuk meringankan beban penyandang Lupus, dan meningkatkan kualitas hidup bersama Odapus, menyediakan obat murah bagi ODapus yang kurang mampu melalui jalur Kementrian Kesehatan.

Adapun salah satu kesimpulan ceramah Penyuluhan dan Sosialiasi Tentang Penyakit Lupus bertema “Care For Lupus, Your Caring Save Lives” yang diselenggarakan Dharwa Wanita Persatuan Unpad di Ruang Serba Guna Gedung Rektorat Lama Unpad, Selasa (23/03) dengan menghadirkan narasumber Ketua Syamsi Duha Foundation yang juga penderita Lupus, Dra. Dian Syarif, dan praktisi kesehatan, dr. Rahmat Gunadi SPPD. KR. adalah “Menurut dr. Rachmat, gejala yang paling besar adalah nyeri atau radang sendi. Gejala ini ditemui sebesar 67% pada gejala penyakit Lupus. Penanganan penyakit Lupus pun tidak mudah. dr. Rachmat mencontohkan, kolesterol atau gula masih bisa diperiksa melalui pemeriksaan darah, namun penyakit Lupus tidak bisa diketahui hanya dengan periksa darah. Data statistik menunjukan bahwa 80-90% pasien Lupus adalah wanita dengan rentang usia 15-45 tahun. Lupus menyerang tidak kurang dari 5 juta orang di dunia. Di Indonesia, diperkirakan ada 200 ribu penderita Lupus. Angka tersebut diyakini bisa melonjak drastis karena “peniru ulung” itu tidak mudah dikenali. Sebutan “peniru ulung” diberikan pada Lupus bukan tanpa alasan. Gejala-gejalanya ditunjukkan dalam bentuk alergi yang menimbulkan peradangan, sampai gangguan pada berbagai organ tubuh manusia.
Para penderita biasanya harus melalui pemeriksaan kesehatan dengan diagnosa beragam hingga akhirnya dinyatakan menderita lupus. Sebelum mengetahui dirinya menderita Lupus, Dian Syarief didiagnosa menderita demam berdarah. Hal ini disebabkan oleh belum adanya satu faktor tunggal yang bisa dinyatakan sebagai penyebab Lupus.
“Jika saat ini saya mengenakan kaca mata, itu hanya untuk membuat saya lebih percaya diri. Agar ibu-ibu mengira saya bisa melihat,” ungkap Dian Syarif, membuat hadirin terkejut. Kemampuan melihat istri dari Eko Pratomo itu hanya 5 persen dari kemampuan mata normal. Sejak 10 tahun lalu, Dian dinyatakan menderita penyakit lupus. Tak hanya itu, ia juga harus mengalami low vision akibat penyakit yang sama


Perjalanan selama lebih dari 11 tahun berjuang mengahadapi ujian ini memberikan banyak sekali pelajaran kehidupan yang sangat berharga. Kami bisa mengenal Allah SWT lebih dekat. Banyak hikmah yang muncul dari kesulitan yang dihadapi dan kami merasakan secara langsung kebenaran ayat-ayat Allah SWT.

.✿.。.:* *.:。.✿•.¸¸.•´¯`•.♥.•´¯`•.¸¸.•.✿.。.:* *.:。.✿

Subhanallah sahabat, jika kita meresapi kisah nyata seperti itu sungguh airmata ini mengalir dan semakin semangat lagi dalam menjalani hidup di dunia fatamorgana ini. Mereka benar-benar merasa tawakkal, qanaah dan ikhlas atas apa yang diberikan Allah pada mereka. Bagaimana kita yang sehat wal’afiat, kadang merasa malas, sedih, futur, dan lain hal. Begitu banyak keluhan-kelunan yang saya dengarkan setiap hari. Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan dalam ibadah, mengamalkan syariat Allah yang haq (benar), menjalani hari-hari kita dengan penuh manfaat. “Khairun naasi anfa’uhun linnaas. Sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain” (Imam Suyuti dalam bukunya Al-Jami’ush Shagir). Semoga apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari di dunia ini demi mendapatkan ridho Ilahi karena ridho Ilahi adalah dambaan setiap Muslim.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Rum ayat 38 :

Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada ornag miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang yang mencari keridhaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung

Ada satu kutipan yang menarik yang evi dapatkan dari catatan kakak Evi tentang suami-suami takut Allah, semoga bermanfaat buat kita semua :

Seorang lelaki muslim yang paham agama adalah seorang laki-laki yang mencintai kebersihan dan memahami bahwa Allah menyukai muslim yang kuat? Maka iapun akan menjadi seorang laki-laki yang berfisik sehat dan kuat! Kalaunpun berfisik kuat, ia tidak akan semena-mena terhadap istrinya. Ia akan tampil sebagai seorang laki-laki yang mampu menahan diri, ketika nafsu amarah menguasainya. Kalaupun istri melakukan kesalahan dan patut diberi pelajaran, ia akan menasehati dengan kalimat-kalimat yang baik. Ketika tidak cukup, ia hanya pisah ranjang, agar istri mau mengambil pelajaran! Kalau masih tidak cukup dengan pisah ranjang, ia baru kemudian memukul istrinya, tapi bukan menyakitkan. Pukulan cukup dengan kayu sebesar siwak yang tidak lebih besar dari ukuran jari kelingking untuk sekedar memukul mentalnya, bukan menyiksa! Karena manusia itu cukup diajari dengan kata-kata, beda dengan binatang yang mesti dipukuli. Istri dinikahi bukan untuk dipukuli!

Seorang lelaki muslim yang tangguh, jangankan untuk membela istrinya, bukankah ia adalah seorang laki-laki yang akan siap berjihad di jalan Allah kapanpun?! Ia siap berkorban untuk kebaikan kaum muslimin secara umum dengan mengorbankan nyawa, apatah lagi untuk istrinya! Ia akan berhujan dan berpanas, demi istrinya! Ketika ujian menyapa, maka ia akan bersabar dan menjadi petarung sejati di medan kehidupan yang sangat ganas!

Seorang lelaki muslim adalah seorang yang giat bekerja untuk mengumpulkan anugerah Allah sebanyak-banyaknya secara halal dan baik. Ketika menyadari tanggungjawab kepada diri sendiri dan keluarga, maka ia akan banting tulang dan peras keringat untuk mengumpulkan anugerah Allah itu! Ia kumpulkan sebanyak-banyaknya, seolah hidupnya akan lama di dunia ini. Ia memiliki perencanaan matang dan ada ekspektasi masa depan yang jelas!

Seorang yang cerdas adalah seorang yang mampu berpikir lurus dengan akal yang logis, dinamis serta objektif terhadap apapun yang dilakukannya? Ia tidak terbawa perasaan, emosional, dan tidak mudah untuk tergesa-gesa. Berpikirnya terarah dan terukur dengan bimbingan syariat Allah. Pikirannya tunduk dengan batasan syariat Allah, bukan diperbudak oleh hawa-nafsunya yang lebih mendorong untuk subjektif!

Bukankah para lelaki yang tahu kebutuhan jiwa seorang perempuan, akan mempersembahkan romantisme untuk para istrinya seutuhnya? Logika mereka akan tunduk oleh kehalusan jiwa istrinya, sehingganya di kala berada di rumah, ia akan berlaku ibarat anak kecil yang beghitu manja kepada istrinya. Sedangkan saat berada di luar rumah, ia akan menjadi seorang berwibawa yang sangat disegani! Ia akan memiliki kalimat-kalimat puitis dan prosa yang meluluhkan jiwa perempuan. Ia memiliki pujian dan sentuhan yang akan membuat istrinya melayang tak sadarkan diri. Ketika memenuhi kebutuhan bilogis, ia tidak akan memperlakukan istrinya bagai binatang, tanpa memperdulikan kehausan jiwa istrinya! Ketika ia puas, ia pergi dengan egoisnya dan membiarkan istrinya terkapar dengan hasratnya yang belum tuntas!

Bukankah rumah tangga itu dibangun dengan kesetiaan dan kepercayaan kedua belah pihak? Suami menjadi seorang yang setia kepada istri ketika melakonkan diri di luar rumah. Begitu juga istri yang menjadi seorang pasangan yang setia saat berada di rumah? Para lelaki sholih akan merasa dirinya selalu diawasi oleh Allah, saat diketahui oleh orang lain ataupun tidak! Karena ketika mereka mengikrarkan akad, mereka telah mengambilnya sebagai pendamping hidup dengan nama Allah dan amanah dari Allah. Laki-laki yang menyadari amanah dari Allah tidak akan pernah mengkhianati istrinya, jadi tidak akan ada perselingkuhan!

Lelaki yang berperangai mulia dan berbudi luhur tidak akan pernah berpikir melakukan hal-hal tercela, rendahan dan terhina! Ia memahami betapa akhlaq yang mulia adalah makanan jiwa yang dibutuhkan oleh dirinya. Ia selalu ingin diperlakukan dengan baik, maka ia tidak akan pernah memperlakukan istrinya kecuali dengan baik. Sebagai seorang berakhlaq mulia, Ia ingin dimuliakan oleh semua orang, maka iapun memuliakan, menghargai dan menjunjung istrinya! Ia akan menjelma menjadi orang-orang yang bersuri teladan tinggi, seolah al Qur`an yang berjalan dan akan memperlakukan istri sesuai dengan tuntunan Al Qur`an!

Semoga dari catatan ini, kita dapat mengambil hikmahnya dan menjadikan hidup kita penuh makna dengan rasa cinta padaNya sehingga kita semakin ingin terus dekat dan mengenalNya. Jikalau evi ada khilaf dalam tulisan ataupun ucapan, evi mohon maaf dari semua sahabat. Karena evi tak luput dari kesalahan.

Wassalamu'alaikum wr wb

~Evi A.~
Medan, 29 Maret 2010
Saat perenungan muhassabahku padaNya

Referensi :
1. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam karya Prof. Dr. A. Halim Mubin, SPPD, MSc, KPTI
2. Miracle of love karya Eko P. Pratomo
3. Majalah Hidayatullah edisi Maret 2010
4. [Unpad.ac.id, 23/03]
5. Ada dan Tiada karya Abdul Azis Setiawan