Selasa, 13 April 2010

Kamuflase Pada Hewan (Mimikri)

Selasa, 13 April 2010
Assalamu'alaikum sahabat-sahabat evi semua apa kabar? Subhanallah, ini suatu ilmu pengetahuan yang menarik dan membuat semua makhluk selalu bertasbih padaNya bahwa Dia, Allah yang Menguasai seluruh isi alam ini.

Kamuflase Pada Hewan (Mimikri)
oleh : wahyu riyadi, Ph.d

Di alam, setiap kelebihan yang dimiliki akan meningkatkan kemampuan hewan untuk bertahan hidup. Fakta sederhana ini membuat semua jenis hewan mengembangkan kemampuan adaptasi khusus yang membantu mereka untuk menemukan makanan dan menjaga mereka dari para predator. Salah satu dari kemampuan adaptasi yang paling banyak dimiliki adalah kamuflase. Suatu kemampuan agar terlihat menyerupai lingkungan sekitar atau membuat diri mereka menyerupai sesuatu yang berbahaya dan tidak menarik untuk memperdayai predator.

frog-camouflage


Kamuflase warna (coloring camouflage)
adalah kamuflase yang paling umum dimiliki oleh hewan. Lebih sedikit lagi hewan yang dapat merubah warna tubuh berbeda untuk menyesuaikan dengan warna sekitarnya.


Prinsip dasar kamuflase adalah
perubahan warna menyerupai keadaan sekitar. Tentu saja keadaan lingkungan sekitar hewan berubah dari waktu ke waktu. Banyak hewan yang mempunyai kemampuan special beradaptasi yang memungkinkan mereka melakukan perubahan warna mengikuti perubahan warna lingkungan sekitar.

Mekanisme Perubahan Warna Hewan

Mekanisme perubahan warna terjadi melalui dua mekanisme umum. Secara kimia dengan Biochrome dan fisika melalui struktur fisik mikroskopik kulit atau bulu..

Biochrome adalah pigment alami mikroskopik pada tubuh hewan yang memproduksi warna secara kimia. Zat-zat kimia tersebut bersifat mengabsorb beberapa warna dan merefleksikan warna lainnya. Warna yang terlihat merupakan kombinasi dari semua panjang gelombang visible yang direfleksikan pigment kimia itu.

Selain itu hewan juga dapat memproduksi warna melalui struktur fisika microskopik. Prinsipnya, struktur ini berfungsi sebagai prisma yang merefraksikan dan mendifraksikan cahaya sehingga kombinasi warna akan tercipta membentuk warna tertentu.

Beruang kutub contohnya.


beruang putih

Mereka sebenarnya memiliki kulit berwarna hitam. Namun nampak putih karena mereka mempunyai bulu rambut translucent. Ketika cahaya jatuh pada bulu, cahaya akan sedikit dibengkokkan. Hal ini memantulkan cahaya ke sekitarnya. Sebagian ada yang sampai di kulit, sebagian lagi dipantulkan keluar, menghasilkan warna putih.


Pada beberapa hewan, dua tipe pewarnaan tersebut digabungkan. Misalnya pada reptile, amphibi, dan ikan dengan warna hijau. Biasanya mereka mempunyai lapisan kulit dengan pigment kuning dan lapisan kulit yang memecah cahaya untuk merefleksikan warna biru. Bersama-sama kombinasi ini menghasilkan warna hijau.

Kedua pewarnaan kimia dan fisika ini diturunkan secara genetic. Di alam liar, hewan yang berkamuflase paling mirip dengan alam sekitar dapat mengelabui para predator, dan hidup lebih lama.

Perubahan Warna Pada Burung dan Mamalia

Hanya sebagian kecil hewan yang dapat merubah warna tubuhnya dengan cepat dan seketika. Hewan-hewan ini biasanya jenis reptile, amphibi, dan ikan. Sementara hewan lain seperti burung dan mamalia perlu waktu lama dalam merubah warna tubuhnya menyerupai keadaan sekitar.

Misalnya dalam mengantisipasi perubahan besar yang terjadi karena pergantian musim. Perubahan musim menyebabkan perubahan lingkungan yang signifikan. Terutama di negara yang mengalami empat musim berbeda.

Pada musim semi dan musim panas, habitat mamalia penuh warna hijau dan coklat. Sementara saat musim gugur dan musim dingin, semua permukaan tanah terutupi salju yang putih.

Warna coklat mendominasi nuansa kayu musim panas, sehingga hewan yang memiliki warna kontras sangat mudah terlihat dan mudah menjadi target pemangsa. Banyak burung dan mamalia menyiasati hal ini dengan memproduksi bulu-bulu baru dengan warna yang berbeda. Pada kebanyakan kasus, perubahan jumlah cahaya matahari atau perubahan temperature akan menginisiasi reaksi hormonal yang menyebabkan hewan memproduksi biochrome berbeda.

Bulu-bulu pada hewan seperti rambut dan kuku pada manusia, mereka sesungguhnya jaringan sel mati. Sehingga karena bulu-bulu tersebut adalah sel-sel mati, maka hewan tidak dapat mengatur komposisinya. Konsekuensinya burung dan mamalia harus memproduksi seluruh bulu-bulu baru dengan warna baru. Sehingga pada akhirnya hewan tersebut mempunyai penampilan bulu yang sama sekali berbeda dengan warna sebelumnya.

Perubahan Warna Pada Reptil, Amphibi, dan Ikan

Pada kebanyakan reptile, amphibi, dan ikan warna tubuh ditentukan oleh biochrome yang terdapat dalam sel hidup. Biochrome bisa terdapat di dalam sel pada permukaan kulit atau pada bagian yang lebih dalam, di sebut chromatophores.

sotong

Beberapa hewan, seperti pada spesies ikan sotong, dapat memanipulasi chromatophores mereka untuk merubah warna seluruh kulit mereka. Hewan memiliki sekumpulan chromatophores, setiap chromatophores mengandung satu single pigment. Individual chromatophores dikelilingi oleh otot-otot lingkar yang dapat mengerut (kontraksi) dan meregang. Ketika ikan sotong mengerutkan otot, seluruh pigment akan mengalir ke permukaan chromatophore. Sel-sel di bagian atas akan mengembang membentuk lingkaran besar. Jika otot-otot dalam keadaan rileks, sel kembali ke bentuk semula berupa lingkaran kecil yang sulit di lihat. Dengan melakukan konstraksi pada semua chromatophores dengan pigment tertentu, dan merelaks-kan otot yang lain dengan pigment berbeda, hewan dapat merubah secara keseluruhan warna pada tubuh mereka.

Ikan sotong dengan kemampuan ini dapat membuat warna dangan range yang lebar dan corak ynag menarik. Dengan mengamati pola warna dari latar lingkungan dan meregangkan kombinasi yang tepat dari chromatophore, hewan dapat menyatu menyerupai keadaan warna alam sekitar. Ikan sotong juga menggunakan kemampuan merubah warna tubuh ini untuk berkomunikasi dengan sesamanya.

Perubah warna yang sangat terkenal, chameleon (bunglon), merubah warna kulitnya dengan mekanisme yang sama. Perubahan dimulai ketika mata mengamati lingkungan sekitar. Respon dari mata kemudian disampaikan ke otak, dan otak menggerakkan otot-otot chromatophore sehingga merubah warna kulit tubuh menyerupai sekitarnya.

Tapi perubahan warna kulit demi tujuan untuk kamuflase. Beberapa species Chameleon merubah warna kulitnya lebih karena perubahan mood. Bukan karena mereka bergerak ke lingkungan dengan nuansa warna yang berbeda. Perubahan mood, seperti terkejut, stress, takut, birahi, diekspresikan dengan perubahan warna kulit tubuhnya.

chameleon 1

chameleon 2



Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk di ketahui. Terimakasih bagi semua sahabat yang membaca ini dan telah mendoakan evi agar semakin sehat serta dari dorongan pembacalah membuat evi ingin selalu semangat menulis, membaca dan berbagi ilmu. Jazakumullah khoir katsiiran.


"Tidakkah kami tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sholat dan tasbihnya. Dan Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Qs. 24:41)

"Manusia yang paling dekat derajatnya kepada derajat kenabian ialah para mujahidin dan ilmuwan (cendekiawan) karena kaum mujahidin melaksanakan ajaran para rasul dan ilmuwan membimbing manusia untuk melaksanakan ajaran nabi-nabi." (HR. Ad-Dailami)

Salam
~Evi A.~
Medan, 11 April 2010
blog comments powered by Disqus
 

About (Biodata Diri)

Profil Evi Andriani adalah
Seorang ibu rumah tangga yang senang menulis, berdiskusi, dan memberikan motivasi serta inspirasi bagi banyak orang.

Biodata :
Nama : Evi Andriani
Jenis Kelamin : Wanita
Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 05 Oktober
Alamat : Jl. Selamat. No. 70 D. Kel. Sitirejo III, Kec. Medan Amplas. Simpang Limun, Medan 20219
Website : http://www.eviandrianimosy.blogspot.com dan http://www.tokoeviandriani.com
Email : evi_andriani55@yahoo.com
Twitter : @eviandri55
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Status : Menikah

Pendidikan :


2010 - 2015: Pascasarjana Teknik Elektro USU dengan Konsentrasi Teknik Sistem Komputer
2007 - 2010: Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia (Electrical Engineering)
2003 - 2006: Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Prodi Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Medan
2000 - 2003: SMU Negeri 5 Medan
1997 - 2000: SMP Negeri 15 Medan
1991 - 1997: SD Negeri 060827 Medan
1990 – 1991: TK Nur Hasanah

Aktivitas 2015 ada di beberapa organisasi/grup :
- PMI Kota Medan
- FLP Sumut (Forum Lingkar Pena Sumatera Utara)
- IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis)
- Cinta Kupu (Komunitas Lupus Sumatera Utara)
- ITJ Medan
- ODOJ (One Day One Juz)
- Yayasan Lupus : YLI (Yayasan Lupus Indonesia), SDF (Syamsi Dhuha Foundation)
- Cermat (Cendoler Medan Top) dari Yayasan Mayoko-Aiko
- KEB (Komunitas Emak-emak Blogger)
- BlogM (Komunitas Blogger Medan)
- Winner Class (Kelas Menulis Pemenang oleh Ali Muakhir)

Karya Buku :
1). 25 buku antologi
2). 11 edisi buku Pariwisata dan Kebudayaan : Indonesia The Beauty of Asia
3). 2 buku solo

Prestasi seorang Evi Andriani :

Menang Audisi di bidang kepenulisan :
1.Memenangkan event “Leutika In Your Blog”
2.Memenangkan Lomba Resensi dan Foto Bareng Buku "Panduan Sukses Orang Indonesia di Jepang"
3.Memenangkan weeklynote Leutika tentang “Iklan rokok keren sih, tapi...”
4.Memenangkan event “Adu Jurus Lawan Setan”
5.Mendapatkan hadiah “Al-qur’an Azalia Syamil” karena blog terpilih.

Penghargaan :
1.Pada 11 Januari 2011, mendapat piagam penghargaan “Mari Menulis” dari Leutika Publisher sebagai Leutikan yang banyak mengajak masyarakat untuk cinta membaca dan menulis.
2.Pada 30 April 2012 mendapat piagam penghargaan dari Agensi Naskah Indiscript sebagai penulis.
3.Pada 16 Juni 2012 mendapat piagam penghargaan sebagai pembedah buku dalam rangka acara Workshop Menulis, Launching, dan Bedah Buku Ria Ristiana Dewi; Antologi Puisi Angin Kerinduan.
4.Pada tanggal 03 Maret 2013 mendapat piagam penghargaan sebagai pembicara Seminar Motivasi Pelajar “Bongkar Rahasia Sang Pemenang UN!” di aula BPPT Jl. Wahid Hasyim Medan.
5.Pada tanggal 12 Juni 2015 mendapat piagam penghargaan Idolanesia Award sebagai ITP Survivor dari KPPI (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)

Peliputan Profil / biografi :
1. Pernah diliput profil seorang Evi Andriani sebagai wanita inspiratif oleh DAAI TV pada tanggal 9 Februari 2013 pada acara Bingkai Kehidupan
2. Pernah diliput profil seorang Evi Andriani sebagai wanita inspiratif oleh Majalah Kartini pada Mei 2014
3. Pernah diliput profil seorang Evi Andriani sebagai wanita inspiratif oleh Majalah Kampus USU pada April 2015

Prestasi di bidang lainnya :
1.Juara 2 pidato bahasa Inggris pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 13 Juli 1996
2.Pada 26 Feb 2012, mendapat juara 2 dan sertifikat penghargaan sebagai “excellent performance in English Trivia Quiz” oleh LIA English Club Medan
3.Menjadi Warga Teladan Award Kampung WR (Writing Revolution) pada bulan Desember 2011-Januari 2012.
4.Sewaktu SD, pernah mendapatkan juara 1 lomba Cerdas Cermat sekolah
5.Sewaktu pramuka SMP, pernah mendapatkan juara 1 tarik tambang
6.Sewaktu SMA, pernah mendapatkan juara 1 lomba Cerdas Cermat PMR se-Sumatera Utara
7.Pernah dan selalu mendapatkan rangking 1 sampai tiga besar semasa sekolah SD, SMP dan SMA, juga masuk kelas unggulan di sekolah