Selasa, 05 April 2011

MERAJUT IMPIAN DI PERTEMUAN KE-5 LRS

Selasa, 05 April 2011


MERAJUT IMPIAN DI PERTEMUAN KE-5 LRS

Oleh: Islamiani Safitri

Alhamdulillah, minggu yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba setelah tiga minggu aku menantinya. Pertemuan LRS yang berlokasi di Taman Budaya Kota Medan. Pertemuan kali ini membuat mataku terbelalak lebar. Bagaimana tidak, sahabat LRS yang hadir pada waktu itu berkisar 19 orang (kalau gak salah hitung ya…) dan diantara mereka ada penulis-penulis hebat asal Medan dari berbagai komunitas. Wajah-wajah pencerah kebanggaan Kota Medan.

Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB. Aku dan kak Setia Wati masih betah duduk di halte yang terletak di depan pagar Taman Budaya sambil menunggu kedatangan coordinator LRS. Lelah juga mata ini melihat hilir mudik kendaraan yang laju di sepanjang jalan itu, tapi tak apalah, sekali-sekali cuci mata. Sebenarnya ingin sekali langsung masuk ke lokasi tapi karena banyak ikhwah yang berada disana, maka kami memutuskan untuk tetap menuggu kehadiran Kak Evi, coordinator LRS.

Tak lama Kak Evi dan Kak Yanti tiba di tempat. Aku dan Kak Tia segera ikut menerobos pagar dan memasuki Taman Budaya. Upss… wajah-wajah baru yang terlihat, ternyata dari tadi yang masuk satu persatu ke lokasi adalah sahabat LRS juga, maaf ya teman-teman… aku belum mengenalmu saat itu. Kami pun saling berjabat tangan sebagai pertanda bahwa mulai detik ini ukhwah kami akan terjalin untuk selamanya.

Kebingungan mulai melanda sahabat LRS satu persatu, bukan karena adanya hutang yang belum dibayar atau tagihan rekening listrik yang menunggak, tapi ini lebih pada tempat ‘curhat-curhatan’ LRS. Kebingungan itu hilang setelah kami memutuskan untuk duduk dilesehan panggung Taman Budaya tersebut.

‘The Miracle of Writing’ itulah buku yang kami bedah. Sungguh terkagum-kagum saat mengulas isi dari tulisan M. Iqbal Dawami ini. Ternyata menulis memiliki beberapa keampuhan terapi, hal yang tidak pernah kudengar sebelumnya. Ada tiga belas keampuhan yang dipaparkan dalam buku ini yaitu dapat menurunkan symptom asma, membebaskan dari deraan batin, mengurangi aktivitas amygdale, mengubah cara berpikir, menjadi tempat curahan hati, menyembuhkan penyakit kanker, pengobatan naratif, mengatasi kebiasaan buruk, mengatasi trauma, sebagai alat transformasi diri, membantu kinerja memori, membantu kesadaran personal, dan sebagai terapi. Luar biasa, bukan? Keajaiban menulis yang tidak pernah terpikirkan olehku sama sekali.

Cakap-cakap ini juga tidak hanya berhenti pada review book, sahabat LRS mulai menyulam mimpi untuk bisa membagi karya tulisannya kepada segenap ruh yang doyan membaca. Mulailah ide-ide kreatif muncul dari jiwa-jiwa yang cemerlang, yaitu ingin segera menulis buku antologi. Subhanallah… darahku berdesir menggelora, ternyata salah satu mimpiku ini juga menjadi impian semua sahabat LRS. Kalimat tahmid terus kulantunkan lewat bisikan hati… semoga segera terealisasi.

Setelah agak lama berdiskusi, akhirnya tema untuk buku antologi kami (macem udah terbit aja…) adalah mengenai Sumatera Utara, bisa budayanya, wisatanya, masyarakatnya atau pendidikannya. Semua itu dituangkan dalam tulisan yang berbentuk flash fiction. Oke dech… insyallah dalam dua minggu ini akan aku selesaikan. LRS, aku bangga bisa merajut impian bersamamu….
blog comments powered by Disqus
 

DO'A KU

Ya Allah, aku mengharap limpahan rahmat dan ampunan Mu.
Baguskanlah akhlaqku sebagaimana telah engkau baguskan jasadku, serta mudahkan urusanku.
Ya Allah, jadikan Al-Qur'an sebagai pelipur hatiku,cahaya jiwaku, serta teman sepanjang hayat untuk mengusir sedih dan duka laraku.

"Ya Allah bukakanlah hati dan wawasan kami
Jadikan kami pencari hikmah dan kerendahan haTi.
Lindungi kami dari lisan yang berlebihan dan menyakitkan.
Jauhkan kami dari orang-orang yang tertipu oleh “kehebatan diri”
Aku mohon agar kehangatanmu hakiki kembali hadir bersama kami.
Ya Allah, jadikan kami sebagai orang-orang yang saling mencintai kebersahajaan,
yang denganNya Allah dan segenap makhlukNya mencintai kami
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta kepadaMu,
Bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru dijalanMU dan berjanji setia untuk membela syariatMu,
Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah,
Abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya
dan penuhilah dengan cahayaMU yang tidak pernah redup,
Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu, Hidupkanlah dengan ma'rifahMu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMU. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pellindung dan sebaik-baik penolong.
Kabulkanlah ya Allah...."

Alhamdulillah jika bermanfaat isi blog ini buat semua sahabat

Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan menjaga amanah ilmiyyah & mencantumkan URL blog ini ya. Terima kasih ^_^.
Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. "khairun naasi anfa'uhum linnaas, sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain" (hadis dikutip Imam Suyuti dalam bukunya Al-Jami'ush Shagir)

MERAJUT CINTA

Cinta itu ibarat pohon.
Akarnya tumbuh ketika kita mulai berinteraksi dengan pasangan kita.
Ia pun akan bersemi ketika kita mampu menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki pasangan kita.

Kita sirami dan pupuk ia dengan kasih sayang dan perhatian. Ia pun akan mekar mewangi atau berbuah ranum ketika kita selalu berusaha memberi yang terbaik bagi pasangan kita. Namun cinta tidak tumbuh begitu saja. Ia pun perlu di rawat dan di jaga dari hama dan penyakit-penyakit yang mengganggu.

Cinta kita terhadap suami atau istri kita akan senantiasa bersemi apabila kita selalu memperhatikan hal-hal positif dalam pernikahan kita. Kalaupun ternyata ada sifat dan perilaku pasangan kita yang tidak menyenangkan,cukuplah ia hanya menggugurkan sedikit daun atau putik cinta kita. Tentu saja tidak perlu sampai menumbangkan pohon cinta yang telah kita tanam dan rawat bersama. Namun perlu juga diperhatikan jangan sampai hal yang tidak menyenangkan itu terjadi berulangkali sehingga menggugurkan seluruh daun cinta, Maka pohon cinta pun akan kering dan mati. Dan yang ada bukan lagi CINTA tapi melainkan BENCI.