Senin, 11 April 2011

[RESENSI LRS] 30 Kisah Menggugah di Balik Lagu Opick

Senin, 11 April 2011


Alhamdulillah, salah satu anggota LRS Medan, Setia Wati telah meresensi buku leutika. Terimakasih ya sahabatku. Terharu banget melihat antusias teman2 LRS.

*****

SENANDUNG HIDAYAH
By : Khalilaty Hime


JUDUL BUKU : "Lagu Opick Inspirasiku" 30 Kisah Menggugah di Balik Lagu Opick
PENULIS : Arien Ratih dkk
PENERBIT : Leutika, Yogyakarta
TEBAL HALAMAN : vi + 192 hlm. ; 13x19 cm
CETAKAN PERTAMA : Januari 2011
ISBN : 978-602-8597-62-3



“Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

[Al Baqoroh ayat 269]

Begitu indah cara Allah dalam ‘menegur’ kelalaian hamba-hambaNya. Siapa sangka bila sebuah lagu dapat ‘menuntun’ kita dalam menemukan hidayah.

Membaca buku ini membuat saya teringat akan kata-kata mutiara yang pernah dikirim oleh salah seorang teman : "Tuliskan rencanamu dengan pensil, tapi berikan penghapusnya kepada Allah. Izinkan Dia menghapus bagian-bagian yang salah, dan menggantinya dengan rencanaNya yang lebih indah".

Ada banyak hikmah tercecer dalam setiap aspek kehidupan. Tak banyak dari kita yang mau tergerak untuk menemukannya, namun tak sedikit pula yang telah berhasil mereguk nikmatnya bercinta bersama Robb-nya. Laksana air dingin yang menyejukkan dahaga di hari terik, seperti itulah cinta Allah sejatinya.



Buku yang merangkum “30 kisah menggugah di balik lagu Opick” ini didesain dengan cover yang―menurut saya―sama ‘filosofis’nya. Didominasi oleh warna hitam, hijau dan putih―seolah mewakili sisi kelam kehidupan manusia yang kemudian menemukan pencerahan hingga kembali putih bersih seperti kertas yang siap diisi oleh catatan kebaikan demi kebaikan.

Menelusuri tiap detil kisahnya, ada beberapa yang telah meninggalkan kesan dalam di hati saya. Pedihnya luka atas kehilangan pendamping hidup yang sangat dicintai bisa kita temukan dalam tutur kisah Dian Nafi. Kengerian sebuah penampakan ‘sakarotul maut’ yang diceritakan dengan sangat apik oleh Lonyenk. Dan lagi, ada doa indah terlantun oleh Premasita saat ia ‘diharuskan’ ikhlas melepas calon suami―saya sempat menangis saat membaca kisah ini.

Sejauh yang saya dapati juga, lagu Opick―Tombo Ati, Sedekah dan Bila Waktu Telah Memanggil―menjadi lagu yang paling banyak ‘menginspirasi’ dalam buku ini.

Hidayah … dalam penemuannya selalu bertebar tanya. Dipilih … atau memilih. Tapi apapun itu, saya meyakini bahwa hidayah selalu dicari oleh jiwa-jiwa yang tak lagi kuasa menahan rindu ….

Mari belajar kepada mereka yang kisahnya terekam dalam buku ini, agar kita bisa menjadi lebih bijak dalam menjalani hidup. Karena―seperti salah satu lirik lagu Opick―bila waktu telah terhenti, teman sejati tinggallah sepi ….

***



Bumi Allah, sore hari kala langit mendung tengah menggelayuti kotaku.
Semoga hidayah ini takkan hilang ditelah zaman.
Aamiin.


**Khalilaty Hime adalah nama pena dari Setia Wati―salah seorang anggota Leutika Reading Society (LRS) Cabang Medan.
blog comments powered by Disqus
 

DO'A KU

Ya Allah, aku mengharap limpahan rahmat dan ampunan Mu.
Baguskanlah akhlaqku sebagaimana telah engkau baguskan jasadku, serta mudahkan urusanku.
Ya Allah, jadikan Al-Qur'an sebagai pelipur hatiku,cahaya jiwaku, serta teman sepanjang hayat untuk mengusir sedih dan duka laraku.

"Ya Allah bukakanlah hati dan wawasan kami
Jadikan kami pencari hikmah dan kerendahan haTi.
Lindungi kami dari lisan yang berlebihan dan menyakitkan.
Jauhkan kami dari orang-orang yang tertipu oleh “kehebatan diri”
Aku mohon agar kehangatanmu hakiki kembali hadir bersama kami.
Ya Allah, jadikan kami sebagai orang-orang yang saling mencintai kebersahajaan,
yang denganNya Allah dan segenap makhlukNya mencintai kami
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta kepadaMu,
Bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru dijalanMU dan berjanji setia untuk membela syariatMu,
Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah,
Abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya
dan penuhilah dengan cahayaMU yang tidak pernah redup,
Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu, Hidupkanlah dengan ma'rifahMu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMU. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pellindung dan sebaik-baik penolong.
Kabulkanlah ya Allah...."

Alhamdulillah jika bermanfaat isi blog ini buat semua sahabat

Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan menjaga amanah ilmiyyah & mencantumkan URL blog ini ya. Terima kasih ^_^.
Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. "khairun naasi anfa'uhum linnaas, sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain" (hadis dikutip Imam Suyuti dalam bukunya Al-Jami'ush Shagir)

MERAJUT CINTA

Cinta itu ibarat pohon.
Akarnya tumbuh ketika kita mulai berinteraksi dengan pasangan kita.
Ia pun akan bersemi ketika kita mampu menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki pasangan kita.

Kita sirami dan pupuk ia dengan kasih sayang dan perhatian. Ia pun akan mekar mewangi atau berbuah ranum ketika kita selalu berusaha memberi yang terbaik bagi pasangan kita. Namun cinta tidak tumbuh begitu saja. Ia pun perlu di rawat dan di jaga dari hama dan penyakit-penyakit yang mengganggu.

Cinta kita terhadap suami atau istri kita akan senantiasa bersemi apabila kita selalu memperhatikan hal-hal positif dalam pernikahan kita. Kalaupun ternyata ada sifat dan perilaku pasangan kita yang tidak menyenangkan,cukuplah ia hanya menggugurkan sedikit daun atau putik cinta kita. Tentu saja tidak perlu sampai menumbangkan pohon cinta yang telah kita tanam dan rawat bersama. Namun perlu juga diperhatikan jangan sampai hal yang tidak menyenangkan itu terjadi berulangkali sehingga menggugurkan seluruh daun cinta, Maka pohon cinta pun akan kering dan mati. Dan yang ada bukan lagi CINTA tapi melainkan BENCI.