Minggu, 26 Juni 2011

“Ta’dib”, Konsep Ideal Pendidikan Islam

Minggu, 26 Juni 2011
AWAL pendidikan Islam bermula dari tempat yang sangat sederhana, yaitu serambi masjid yang disebut al-Suffah. Namun, walaupun hanya dari serambi masjid, tetapi mampu menghasilkan ilmu-ilmu keislaman yang bisa dirasakan sampai dengan sekarang. Tidak hanya itu, dari serambi masjid ini pula mampu mencetak ulama-ulama yang sangat dalam keilmuannya dimana pengaruhnya sangat besar sekali bagi peradaban Islam, bahkan juga mampu mempengaruhi peradaban-peradaban lain. Sudah barang tentu, “pendidikan” menjadi syarat utama dalam membangun sebuah peradaban yang besar. Oleh sebab itu, pendidikan merupakan tema yang tidak pernah sepi dan selalu manarik perhatian banyak kalangan. Sehingga,tarik-ulur konsep yang ideal pun selalu mewarnai dalam sejarah perjalanan pendidikan. Begitu pun yang terjadi dalam dunia Islam.


Namun, sungguh disayangkan bahwa dalam perkembangannya, kondisi sebagaimana diawal pendidikan Islam terdahulu sudah kurang terasa lagi dari institusi pendidikan Islam yang ada sekarang. Sebagaimana sebuah obor, maka obor tersebut sudah hampir padam. Agar obor tersebut tidak padam dan terus menyala, maka pendidikan Islam seperti yang telah diwariskan oleh ulama-ulama terdahulu harus dihidupkan kembali. Di sinilah tulisan ini hadir untuk mengeksplor konsep pendidikan Islam yang akan dikhususkan pada konsep ta’dib yang ditawarkan oleh Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas.



Ada tiga istilah yang umum digunakan dalam pendidikan Islam yaitu at-tarbiyah, al-ta'lim dan at-ta'dib. Umumnya, istilah pendikan Islam banyak menggunakan at Tarbiyah. Padahal menurut Naquib Al Attas, pengertian ta’dib lebih tepat dipakai untuk pendidikan Islam daripada ta’lim atau tarbiyah.


Ta’dib merupakan mashdar dari addaba yang secara konsisten bermakna mendidik. Ada tiga derivasi dari kata addaba, yakni adiib, ta’dib, muaddib. Seorang guru yang mengajarkan etika dan kepribadian disebut juga mu’addib. Setidaknya. Seorang pendidik (muaddib), adalah orang yang mengajarkan etika, kesopanan, pengembangan diri atau suatu ilmu agar anak didiknya terhindar dari kesalahan ilmu, menjadi manusia yang sempurna (insan kamil) sebagaimana dicontohkan dalam pribadi Rasulullah SAW. Cara mendidiknya perlu dengan menggunakan cara-cara yang benar sesuai kaidah. Karena itu ta’dib berbeda dengan mengajarkan biasa sebagai mana umumnya mengajarkan siswa di sekolah yang hanya dominan mengejar akademis dan nilai.


Istilah ini menjadi penting untuk meluruskan kembali identitas dari konsep-konsep pendidikan Islam yang secara langsung maupun tidak langsung telah terhegemoni oleh pendidikan negara-negara sekuler.


Mengembalikan prioritas utama pendidikan Islam


Al-Qur’an dan al-Sunnah merupakan asas dalam pendidikan Islam. Sehingga, bisa dipahami bahwa tujuan dari pendidikan Islam adalah untuk mentauhidkan diri kepada Allah. Artinya, mentauhidkan diri kepada Allah adalah prioritas utama dalam pendidikan Islam selain dari tujuan keilmuan (IPTEK, keahlian, keterampilan dan profesionalisme), membentuk manusia untuk menjadi khalifah, pembentukan akhlak yang mulia, membentuk insan Islami bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat, serta mempersiapkan manusia bagi kehidupan di dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, arah dan tujuan, muatan materi, metode, dan evaluasi peserta didik dan guru harus disusun sedemikan rupa agar tidak menyimpang dari landasan akidah Islam.


Bertauhid kepada Allah sebagai prioritas utama dalam pendidikan Islam secara tidak langsung juga berarti pendidikan Islam juga bertujuan mencari keridhaan-Nya.


Artinya, peningkatan individu-individu yang kuat pada setiap peserta didik diperoleh melalui ridha Allah. Jadi tidak benar jika dalam pendidikan individu peserta didik diletakkan pada posisi kedua setelah kebutuhan sosial-politik masyarakat. Al-Attas menjelaskan, bahwa penekanan terhadap individu bukan hanya sesuatu yang prinsipil, melainkan juga strategi yang jitu pada masa sekarang. (baca Aims and Objevtives) Di sinilah letak keunikan dari pendidikan Islam yang tidak dimiliki oleh sistem pendidikan selain Islam, dimana pendidikan yang dilakukan berpusat pada pencarian ridha Allah melalui peningkatan kualitas individu.


Bisa dibayangkan betapa bahayanya jika pendidikan dilihat sebagai ladang investasi baik dalam kehidupan sosial masyarakat maupun negara. Sudah bisa dipastikan bahwa dunia pendidikan akan melahirkan patologi psiko-sosial, terutama dikalangan peserta didik dan orang tua, yang terkenal dengan sebutan “penyakit diploma” (diploma disease), yaitu usaha dalam meraih suatu gelar pendidikan bukan karena kepentingan pendidikan itu sendiri, melainkan karena nilai-nilai ekonomi dan sosial. (baca Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib Al-Attas).


Hal tersebut, Al-Attas melanjutkan dalam karnyanya yang lain, dikarenakan pendidikan menurut Islam adalah untuk menciptakan manusia yang baik, bukan untuk menghasilkan warga negara dan pekerja yang baik. Hal ini sangat ditentukan oleh tujuan mencari ilmu itu sendiri. Sebab semua ilmu datang dari Allah Swt, maka ilmu merangkumi iman dan kepercayaan.


Dalam maksud yang sama bahwa ilmu tidak bebas nilai. Oleh karena itu, Al-Attas menegaskan bahwa tujuan menuntut ilmu adalah penanaman kebaikan atau keadilan dalam diri manusia sebagai manusia dan diri-pribadi, dan bukannya sekadar manusia sebagai warga negara atau bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat. Inilah nilai manusia sebagai manusia sejati, sebagai penduduk dalam kota-dirinya (self’s city), sebagai warga negara dalam kerajaan mikrokosmiknya sendiri, sebagai ruh. Inilah yang perlu ditekankan, manusia bukan sekadar suatu diri jasmani yang nilainya diukur dalam pengertian pragmatis atau utilitarian yang melihat kegunaannya bagi negara, masyarakat dan dunia. (baca: Islam and Secularism).


Dalam semangat yang sama, Muhammad ‘Abduh juga mengkritik dengan tajam pragmatisme yang terjadi dalam pendidikan yang secara khusus ia tujukan pada sistem pendidikan Mesir. Inti dari semuanya adalah bahwa prioritas utama dalam pendidikan Islam adalah membentuk orang menjadi terpelajar.


Menurut Al-Attas, orang terpelajar adalah orang “baik”. Pertanyaannya kemudian, apakah sesederhana itu pendidikan Islam? Apakah pendidikan Islam hanya membentuk orang hanya sekadar menjadi “baik”? Apa sebenarnya “baik” yang dimaksud Al-Attas di atas?


Konsep Ideal


Konsep Ideal pendidikan Islam secara sistematis telah disampaikan Al-Attas dalam sebuah Konferensi Dunia Pertama mengenai Pendidikan Islam di Makkah pada awal tahun 1977. Pada Konferensi tersebut, Al-Attas menjadi salah seorang pembicara utama dan mengetuai komite yang membahas cita-cita dan tujuan pendidikan.


Dalam kesempatan ini, Al-Attas mengajukan agar definisi pendidikan Islam diganti menjadi penanaman adab dan istilah pendidikan Islam menjadi ta’dib. Konsep ta’dib ini disampaikan kembali oleh Al-Attas pada Konferensi Dunia Kedua mengenai Pendidikan Islam yang diselenggarakan di Islamabad, pada 1980.


Sebenarnya apa yang menjadi alasan Al-Attas terus-menerus memperjuangkan konsep ta’dib sebagai pengganti dari Pendidikan Islam? Itu tidak lain, karena menurut Al-Attas, jika benar-benar dipahami dan dijelaskan dengan baik, konsep ta’dib adalah konsep yang paling tepat untuk pendidikan Islam, bukannya tarbiyah ataupun ta’lim. Sebab, Al-Attas melanjutkan, bahwa struktur kata ta’dib sudah mencakup unsur-unsur ilmu (‘ilm), instruksi (ta’lim), dan pembinaan yang baik (tarbiyah). Sehingga tidak perlu lagi dikatakan bahwa konsep pendidikan Islam adalah sebagaimana terdapat dalam tiga serangkai konsep tarbiyah-ta’lim-ta’dib. (baca The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education).


Masih dalam karya yang sama, Al-Attas juga menegaskan bahwa istilah “pendidikan” yang digunakan sekarang ini, secara normal, bersifat fisik dan material serta berwatak kuantitatif. Hal tersebut lebih disebabkan oleh konsep bawaan yang termuat dalam istilah tersebut berhubungan dengan pertumbuhan dan kematangan material dan fisik saja. Esensi sejati proses pendidikan telah diatur menuju pencapaian tujuan yang berhubungan dengan intelek atau ‘aql yang ada hanya pada diri manusia.


Dari sinilah kemudian, dengan konsep ta’dib-nya, Al-Attas menjelaskan bahwa orang terpelajar adalah orang baik. “Baik” yang dimaksudkan di sini adalah adab dalam pengertian yang menyeluruh, “yang meliputi kehidupan spiritual dan material seseorang, yang berusaha menanamkan kualitas kebaikan yang diterimanya.” Oleh karena itu, orang yang benar-benar terpelajar menurut perspektif Islam didefinisikan Al-Attas sebagai orang yang beradab. (baca: Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib Al-Attas).


Oleh sebab itu, pendidikan, menurut Al-Attas adalah “penyemaian dan penanaman adab dalam diri seseorang—ini disebut dengan ta’dib.” (baca: Aims and Objectives). Sebagaimana al-Qur’an menegaskan bahwa contoh ideal bagi orang yang beradab adalan Nabi Muhammad Saw., yang oleh kebanyakan sarjana Muslim disebut sebagai Manusia Sempurna atau Manusia Universal (al-insan al-kulliyy). Perkataan adab sendiri memiliki arti yang sangat luas dan mendalam. Selain itu, Al-Attas melanjutkan, ide yang dikandung dalam perkataan ini sudah diislamisasikan dari konteks yang dikenal pada masa sebelum Islam dengan cara menambah elemen-elemen spiritual dan intelektual pada dataran semantiknya.


Maka, berdasarkan arti perkataan adab yang telah diislamisasikan itu dan berangkat dari analisis semantisnya, Al-Attas mengajukan definisinya mengenai adab:


Adab adalah pengenalan dan pengakuan terhadap realitas bahwasanya ilmu dan segala sesuatu yang ada terdiri dari hierarki yang sesuai dengan kategori-kategori dan tingkatan-tingkatannya, dan bahwa seseorang itu memiliki tempatnya masing-masing dalam kaitannya dengan realitas, kapasitas, potensi fisik, intelektual, dan spiritualnya. (baca: The Semantics of Adab)


Al-Attas, sekali lagi menegaskan bahwa pendidikan sebagai penanaman adab ke dalam diri, sebuah proses yang sebenarnya tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. Dalam proses pembelajaran, siswa akan mendemonstrasikan tingkat pemahaman terhadap materi secara berbeda-beda, atau lebih tepatnya pemahaman terhadap makna pembelajaran itu. Hal ini karena ‘ilm dan hikmah yang merupakan dua komponen utama dalam konsepsi adab benar-benar merupakan anugerah Allah Swt. (baca: Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam, Syed M. Naquib Al-Attas).


Tegasnya, bahwa adab mensyaratkan ilmu pengetahuan dan metode mengetahui yang benar. Dari sinilah kemudian, pendidikan Islam memainkan peranannya serta tanggung jawabnya di dunia dan tujuan akhirnya di akhirat. Dari sini tampak sangat jelas dalam mata hati kita bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta’dib. Dari sinilah kemudian, menurut Al-Attas, konsep ideal pendidikan Islam adalah ta’dib.

Epilog



Alhasil, mentauhidkan diri kepada Allah adalah prioritas utama dalam pendidikan Islam. Hal tersebut tidak lain diperoleh melalui ridha Allah. Dengan mengajukan konsep ta’dib sebagai pengganti dari pendidikan Islam diharapkan agar peserta didik tidak hanya memperoleh intelek dan ‘aql saja. Tetapi lebih dari itu semua, yaitu peserta didik benar-benar mampu menjadi orang yang terpejalar, dan orang yang beradab. *


Jum'at, 17 Juni 2011: http://hidayatullah.com/read/17565/17/06/2011/%E2%80%9Cta%E2%80%99dib%E2%80%9D,-konsep-ideal-pendidikan-islam.html

(Kiriman dari sahabatku :)
blog comments powered by Disqus
 

About (Biodata Diri)

Profil Evi Andriani adalah
Seorang ibu rumah tangga yang senang menulis, berdiskusi, dan memberikan motivasi serta inspirasi bagi banyak orang.

Biodata :
Nama : Evi Andriani
Jenis Kelamin : Wanita
Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 05 Oktober
Alamat : Jl. Selamat. No. 70. Medan Amplas. Medan 20219
Website : http://www.eviandrianimosy.blogspot.com dan http://www.tokoeviandriani.com
Email : evi_andriani55@yahoo.com
Twitter : @eviandri55
FB : https://www.facebook.com/eviandriani55
Line : eviandriani
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Status : Menikah

Pendidikan :


2010 - 2015: Pascasarjana Teknik Elektro USU dengan Konsentrasi Teknik Sistem Komputer
2007 - 2010: Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia (Electrical Engineering)
2003 - 2006: Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Prodi Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Medan
2000 - 2003: SMU Negeri 5 Medan
1997 - 2000: SMP Negeri 15 Medan
1991 - 1997: SD Negeri 060827 Medan
1990 – 1991: TK Nur Hasanah

Aktivitas 2015 ada di beberapa organisasi/grup :
- PMI Kota Medan
- FLP Sumut (Forum Lingkar Pena Sumatera Utara)
- IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis)
- Cinta Kupu (Komunitas Lupus Sumatera Utara)
- ITJ Medan
- ODOJ (One Day One Juz)
- Yayasan Lupus : YLI (Yayasan Lupus Indonesia), SDF (Syamsi Dhuha Foundation)
- Cermat (Cendoler Medan Top) dari Yayasan Mayoko-Aiko
- KEB (Komunitas Emak-emak Blogger)
- BlogM (Komunitas Blogger Medan)
- Winner Class (Kelas Menulis Pemenang oleh Ali Muakhir)

Karya Buku :
1). 25 buku antologi
2). 11 edisi buku Pariwisata dan Kebudayaan : Indonesia The Beauty of Asia
3). 2 buku solo

Prestasi seorang Evi Andriani :

Menang Audisi di bidang kepenulisan :
1.Memenangkan event “Leutika In Your Blog”
2.Memenangkan Lomba Resensi dan Foto Bareng Buku "Panduan Sukses Orang Indonesia di Jepang"
3.Memenangkan weeklynote Leutika tentang “Iklan rokok keren sih, tapi...”
4.Memenangkan event “Adu Jurus Lawan Setan”
5.Mendapatkan hadiah “Al-qur’an Azalia Syamil” karena blog terpilih.

Penghargaan :
1.Pada 11 Januari 2011, mendapat piagam penghargaan “Mari Menulis” dari Leutika Publisher sebagai Leutikan yang banyak mengajak masyarakat untuk cinta membaca dan menulis.
2.Pada 30 April 2012 mendapat piagam penghargaan dari Agensi Naskah Indiscript sebagai penulis.
3.Pada 16 Juni 2012 mendapat piagam penghargaan sebagai pembedah buku dalam rangka acara Workshop Menulis, Launching, dan Bedah Buku Ria Ristiana Dewi; Antologi Puisi Angin Kerinduan.
4.Pada tanggal 03 Maret 2013 mendapat piagam penghargaan sebagai pembicara Seminar Motivasi Pelajar “Bongkar Rahasia Sang Pemenang UN!” di aula BPPT Jl. Wahid Hasyim Medan.
5.Pada tanggal 12 Juni 2015 mendapat piagam penghargaan Idolanesia Award sebagai ITP Survivor dari KPPI (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)

Peliputan Profil / biografi :
1. Pernah diliput profil seorang Evi Andriani sebagai wanita inspiratif oleh DAAI TV pada tanggal 9 Februari 2013 pada acara Bingkai Kehidupan
2. Pernah diliput profil seorang Evi Andriani sebagai wanita inspiratif oleh Majalah Kartini pada Mei 2014
3. Pernah diliput profil seorang Evi Andriani sebagai wanita inspiratif oleh Majalah Kampus USU pada April 2015

Prestasi di bidang lainnya :
1.Juara 2 pidato bahasa Inggris pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 13 Juli 1996
2.Pada 26 Feb 2012, mendapat juara 2 dan sertifikat penghargaan sebagai “excellent performance in English Trivia Quiz” oleh LIA English Club Medan
3.Menjadi Warga Teladan Award Kampung WR (Writing Revolution) pada bulan Desember 2011-Januari 2012.
4.Sewaktu SD, pernah mendapatkan juara 1 lomba Cerdas Cermat sekolah
5.Sewaktu pramuka SMP, pernah mendapatkan juara 1 tarik tambang
6.Sewaktu SMA, pernah mendapatkan juara 1 lomba Cerdas Cermat PMR se-Sumatera Utara
7.Pernah dan selalu mendapatkan rangking 1 sampai tiga besar semasa sekolah SD, SMP dan SMA, juga masuk kelas unggulan di sekolah

Seminar / Pelatihan :

25-26 April 2015 : Mengikuti seminar Simposium nasional Perhimpunan Rematologi Indonesia dengan tema “National Friendly Treatment on Musculoskeletal Disorders and Disorders And Autoimmune Rheumatism” di Sahid Rich Hotel Yogyakarta dan mendapatkan sertifikat bernilai 12 SKP.

26-28 Maret 2015 : Mengikuti seminar simposium nasional Medan Chest And Clinical Immunology (MCCI) 2015 dengan tema “respiratory and allergy immunologi diseases from basic science to advanced” di Tiara Convention Centre Medan.

01-02 Februari 2014 : Mendapat sertifikat pelatihan : Certified Practicioner Quantum Love Therapy

26 Oktober 2013 : Mendapat sertifikat dari Acara Seminar IPE “New Perspective In Dentistry” dan Seminar Scientific Dentistry “New Perspective In Dentistry” pada Dies Natalis PSMKGI XXIV

20 April 2013 : Mendapat sertifikat sebagai peserta dalam kegiatan “Diskusi Berdikari: Mencetak Jurnalis Muda”

26 Juli 2012 : Mendapat sertifikat sebagai peserta dalam kegiatan “Diskusi Berdikari: It’s a Wrap”

04 Agustus 2012 : Mendapat sertifikat dari Pelatihan Hypnosis Fundamental selama 1 hari dan mendapatkan gelar CH di belakang nama.

18-24 Juni 2012 : Mendapat piagam penghargaan dari Walikota Medan sebagai peserta acara Pekan Flori dan Flora Nasional Tahun 2012.

01 April 2012 : Mendapat sertifikat dari Pelatihan Super Emotional Freedom Technique (Super EFT) Batch VII) yang diadakan oleh PT. ABCo Sugesti Motivando

23 Juli 2011 : Mendapat sertifikat dari Pelatihan Menulis Artikel Online Angkatan IV yang di adakan Writing Revolution

26 Juli 2011 : Mendapat sertifikat dari Pelatihan Menulis Puisi Online Angkatan IV yang di adakan Writing Revolution

24 April 2011 : Mendapat sertifikat dari acara Bedah Buku Novel Pipiet Senja “Jurang Keadilan” di Ruang Pameran Taman Budaya Sumatera Utara

19 April 2011 : Pelantikan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (MES) Sumatera Utara Periode 1432 – 1435 H dan Pengajian Akbar 1000 Pengusaha Medan di Asrama Haji Aula Madinatul Hujjaj.

15 Juni 2011 : Seminar Nasional “Kritikus Sastra Indonesia Mutakhir” di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

05 Maret 2011 : Mendapat sertifikat dari seminar I’m Virgin I’m Happy di auditorium USU

26 Feb 2011 : Mendapat sertifikat dari workshop sastra dengan topik : Teknik Penulisan Fiksi dan Teknik Menembus Media Massa yang diselenggarakan oleh Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) dan Laboratorium Sastra Medan (Labsas)

23 Jan-23 Feb 2011 : Mendapat sertifikat dari Pelatihan Menulis Cerpen Online Angkatan II yang di adakan Writing Revolution

14 November 2010 : Mendapat sertifikat dari Pelatihan Pribadi dan Pembicara Bercahaya

07 November 2010 : Mendapat sertifkat dari Pelatihan Mengajar Tahfizhul Qur’an For Kid dengan Metode FAHIM QUR’AN

18 Juli 2010 : Mendapat sertifikat dari Pelatihan Guru Kolosal & Nasional dengan Tema “The Smart of Memory System”

17 Juni-23 Agustus 2010 : Kursus Office Administrasi Perkantoran di Tricom

10 Agustus 2009 : Mendapat sertifikat dari seminar “It’s Time For Change International

Islamic Yout Seminar”

11 Juli 2009 : Mendapat sertifikat dari seminar “The Outstanding Invention of Biotechnology in Pharmaceutical Industry”

29 Maret 2009 : Mendapat sertifikat dari scholarship workshop “Scholarship Interview Strategies”

29 Maret 2009 : Mendapat sertifikat dari scholarship workshop “Writing Winning Scholarship Proposal”

30 Juni 2008 : Mendapat sertifikat dari pelatihan “Web Complete”

12-24Juni 2008 : Mendapat sertifikat dari seminar dan workshop “Brew Application Creative Summer with Mobile Applications”

5-9 mei 2008 : Mendapat sertifikat dari pelatihan “CDMA BSS” dari UI-Huawei Research & Training

28-30 April 2008 : Mendapat sertifikat dari seminar “Talkshow Entrepeneurship Membangun Wirausaha Muda Mandiri”

30 Desember 2006 : Mendapat sertifikat dari kursus “Autocad” di Dream Arch Medan

16 Desember 2006 : Mendapat sertifikat dari seminar “Video Editing dan 3D Max”

1 Desember 2005 : Mendapat sertifikat dari kursus PC Hardware Networking di WebMedia Training Center

2005 : Studi Ekskursi Mahasiswa Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Medan di PT. Rubycon dan Indosat Batam.

17 Juli 2004 : Mendapat sertifikat dari seminar Update Technology ”Peran Teknologi GPRS dan EDGE Sebagai Media Komunikasi dan Informasi”

22 Oktober 2003 : Mendapat sertifikat dari seminar “Linux untuk Pendidikan”

5 Januari-5 Juni 2001: Kursus Percakapan Bahasa Inggris di Friendly International English

Course (FIEC)

4-7 Desember 2000 : Mengikuti Latihan TCTM XV dari SMU N 05 Medan

26-30 Mei 1999 : Mendapat sertifikat dari “Kwartir Cabang Kotamadya Medan Gerakan

Medan”

13 Juli 1996 : Mendapat piagam penghargaan “english speech” dari Dewan Pengurus

Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Prop.

Sumatera Utara.




Komunitas Blogger Medan

Aturan Mengutip Isi Blog

Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan menjaga amanah ilmiyyah & mencantumkan URL blog ini ya. Terima kasih ^_^.


Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. "khairun naasi anfa'uhum linnaas, sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain" (hadis dikutip Imam Suyuti dalam bukunya Al-Jami'ush Shagir)

Alhamdulillah jika bermanfaat isi blog ini buat semua sahabat.
Selamat Membaca!

Entri Populer