Minggu, 26 Februari 2012

[SATU JAM MENULIS SERENTAK MILAD FLP] Luka Hati

Minggu, 26 Februari 2012
View Comments

Luka Hati

oleh : Evi Andriani

Duka lara kutuai dalam butiran air mata
Meluap rintihan tak bercahaya
Gelap gempita ruang hampa
Karna sambutan hati tak sampai pada asa

Kau pergi tanpa makna
Melahirkan badai yang buat luka
Lembayung senja tak lagi ada
Hilang dan sirna begitu saja

** Teringat masa lalu suram bersama dia tapi aku bahagia karena aku pernah berbuat baik padanya dan begitu pun dia pernah berbuat baik padaku sehingga "Luka Hati" itu kembali menjadi "Cahaya Hati" yang membuatku bersyukur selalu pada-Nya dan aku telah punya pengalaman berharga tentang kesedihan hati. Alhamdulillah... **

Inilah konsep ikhlas dan sabar. Luka tidak mungkin bisa dilupakan begitu saja, namun jadikan luka dan sedih itu sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah karena Dia telah memberi kita ilmu bagaimana mempelajari arti keikhlasan dan kesabaran itu sendiri. Kita menjadi sosok yang kuat ke depannya bila menghadapi hal yang serupa. Percaya diri bahwa kita tidak akan mau jatuh kembali kepada kesedihan yang membuat ruang hati menjadi gelap gulita. Karena jika hati gelap maka yang terjadi adalah kefuturan atau lemah iman. Kalau sudah lemah iman yang terjadi bukan kesedihan lagi tapi kemalasan; malas belajar, mala baca Qur'an, malas silaturrahim, malas minum obat, malas bekerja dan lebih parahnya lagi malas untuk hidup. Astagfirullah....

Ketika kita sedih ucapkanlah, "Subhanallah wa Alhamdulillah wa Laa ilaaha illallaah wa Allaahu Akbar" maka hati akan tenang. Karena berdzikir mengingat Allah akan membuat kita tenang dan ikhlas dengan segala qadha dan qadharnya.

Semangat..Semangat....

Selamat Ulang Tahun FLP ke-15, Barakallahufik umrik
~Evi-FLP Sumut~

read more

Kamis, 09 Februari 2012

Jangan Bersahabat dengan 5 Tipe Manusia Ini

Kamis, 09 Februari 2012
View Comments



Dari Abu Ja'far Muhammad bin Ali berkata, "Ayah berwasiat kepadaku, "Janganlah kamu bersahabat, berbicara dan berteman dengan lima tipe manusia."

Aku bertanya, "Aku menjadi tebusanmu, wahai ayah, siapakah kelima manusia itu?" Ayah menjawab, " Janganlah kamu bersahabat dengan orang fasik karena dia akan menjualmu dengan sesuap makanan atau yang lebih murah dari itu." Aku mengatakan, "Wahai ayah, orang fasik itu juga berambisi untuk mencari-cari sesuatu yang lebih murah dari sesuap makanan tetapi kemudian dia tidak mampu mendapatkannya."

Aku bertanya, "Wahai Ayah, siapakah orang kedua?" "Janganlah kamu bersahabat dengan orang yang pelit karena dia akan memutus hubungan denganmu dalam masalah hartanya ketika kamu sangat membutuhkannya." Jawab Ayah

Aku bertanya, "Wahai Ayah, lalu siapakah orang ketiga?" Ayah menjawab, "Janganlah kamu bersahabat dengan seorang pendusta karena dia ibarat fatamorgana. Menjauhkan yang dekat, dan mendekatkan yang jauh darimu."

Aku bertanya lagi, "Wahai Ayah, siapakah orang keempat?" Ayah menjawab, "Janganlah kamu bersahabat dengan orang tolol, karena dia ingin mendatangkan manfaat namun malah mendatangkan bahaya kepadamu."

Aku bertanya lagi, "Wahai Ayah, kemudian siapakah orang kelima?" Ayah menjawab, "Janganlah kamu bersahabat dengan orang yang memutus tali silaturrahim karena aku mendapatkan orang seperti ini dilaknat di dalam kitabullah dalam tiga tempat." (Ibnul Jauzi, Kitab Shifatush Shafwah)

Teringat sahabat-sahabat di FB Evi. Rindu juga sudah lama tidak muncul dalam status. Sehabis jalan pagi dan menikmati bulan purnama yang menjelang pagi. Semoga kita semua selalu dalam nikmat sehat, iman, ikhsan dan selalu semangat dalam kondisi apapun.

Medan, 9 Februari 2012
~Evi A.~

read more
 

DO'A KU

Ya Allah, aku mengharap limpahan rahmat dan ampunan Mu.
Baguskanlah akhlaqku sebagaimana telah engkau baguskan jasadku, serta mudahkan urusanku.
Ya Allah, jadikan Al-Qur'an sebagai pelipur hatiku,cahaya jiwaku, serta teman sepanjang hayat untuk mengusir sedih dan duka laraku.

"Ya Allah bukakanlah hati dan wawasan kami
Jadikan kami pencari hikmah dan kerendahan haTi.
Lindungi kami dari lisan yang berlebihan dan menyakitkan.
Jauhkan kami dari orang-orang yang tertipu oleh “kehebatan diri”
Aku mohon agar kehangatanmu hakiki kembali hadir bersama kami.
Ya Allah, jadikan kami sebagai orang-orang yang saling mencintai kebersahajaan,
yang denganNya Allah dan segenap makhlukNya mencintai kami
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta kepadaMu,
Bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru dijalanMU dan berjanji setia untuk membela syariatMu,
Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah,
Abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya
dan penuhilah dengan cahayaMU yang tidak pernah redup,
Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu, Hidupkanlah dengan ma'rifahMu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMU. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pellindung dan sebaik-baik penolong.
Kabulkanlah ya Allah...."

Alhamdulillah jika bermanfaat isi blog ini buat semua sahabat

Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan menjaga amanah ilmiyyah & mencantumkan URL blog ini ya. Terima kasih ^_^.
Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. "khairun naasi anfa'uhum linnaas, sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain" (hadis dikutip Imam Suyuti dalam bukunya Al-Jami'ush Shagir)

MERAJUT CINTA

Cinta itu ibarat pohon.
Akarnya tumbuh ketika kita mulai berinteraksi dengan pasangan kita.
Ia pun akan bersemi ketika kita mampu menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki pasangan kita.

Kita sirami dan pupuk ia dengan kasih sayang dan perhatian. Ia pun akan mekar mewangi atau berbuah ranum ketika kita selalu berusaha memberi yang terbaik bagi pasangan kita. Namun cinta tidak tumbuh begitu saja. Ia pun perlu di rawat dan di jaga dari hama dan penyakit-penyakit yang mengganggu.

Cinta kita terhadap suami atau istri kita akan senantiasa bersemi apabila kita selalu memperhatikan hal-hal positif dalam pernikahan kita. Kalaupun ternyata ada sifat dan perilaku pasangan kita yang tidak menyenangkan,cukuplah ia hanya menggugurkan sedikit daun atau putik cinta kita. Tentu saja tidak perlu sampai menumbangkan pohon cinta yang telah kita tanam dan rawat bersama. Namun perlu juga diperhatikan jangan sampai hal yang tidak menyenangkan itu terjadi berulangkali sehingga menggugurkan seluruh daun cinta, Maka pohon cinta pun akan kering dan mati. Dan yang ada bukan lagi CINTA tapi melainkan BENCI.