Senin, 19 September 2011

Diagnosis dan Pengobatan Bagi Penderita ITP [BAGIAN 2]

Senin, 19 September 2011




ITP (Immune Trombocytopenia) atau biasa dikenal dengan Idiopathic Thrombocytopenic Purpura adalah penyakit dengan gangguan imunitas (kekebalan tubuh) yang ditandai jumlah trombosit rendah - dibawah jumlah normal 150.000 /u sehingga dapat menimbulkan perdarahan dan karena bersifat ‘Idiopathic’ maka sampai sekarang belum diketahui apa penyebabnya. ITP juga merupakan penyakit autoimun. Namun, ITP bukan merupakan penyakit turunan.

I.       Trombositopenia itu apa?

Apabila jumlah trombosit kurang dari normal maka keadaan itu disebut trombositopenia. Trombositopenia dapat menimbulkan perdarahan yang berkepanjangan setelah trauma maupun perdarahan spontan seperti purpura atau pendarahan mukosa. Meskipun jumlah trombosit di bawah rentang normal, tetapi perdarahan umumnya tidak terjadi jika jumlah trombosit masih di atas 50.000/µL. Jika jumlah trombosit berkisar antara 20.000-30.000/ µL maka dapat terjadi perdarahan meskipun hanya karena trauma ringan. Perdarahan spontan dengan resiko fatal bisa terjadi jika jumlah trombosit menurun sampai kurang dari 10.000/µL meskipun tanpa trauma.

Menurut mekanismenya, trombositopenia dapat terjadi akibat kegagalan produksi, peningkatan destruksi atau pemakaian, gangguan distribusi dan akibat dilusi. Trombositopenia akibat kegagalan produksi trombosit di sumsum tulang belakang dijumpai pada anemia aplastik, leukemia akut, limfoma, anemia megaloblastik, dan alkoholisme. Peningkatan destruksi ─penghancuran atau perusakan─ trombosit merupakan mekanisme trombositopenia pada idiopathic trombositopenia purpura (ITP), drug induced thrombocytopenia (DIT), post transfusion purpura, dan isoimmune neonatal thrombocytopenia, sedang pemakaian trombosit yang meningkat terjadi pada disseminated intravascular cogulation (DIC) dan trombotic thrombocytopenic purpura (TTP).

Ada juga trombositopenia yang diinduksi oleh obat. Hal ini cukup sering dijumpai di masyarakat dan diperkirakan ada lebih dari 200 jenis obat obat yang menyebabkan terjadinya trombositopenia. Adanya peningkatan pemakian obat setiap tahun juga merupakan penyebab meningkatnya kasus trombositopenia yang diinduksi obat.

Penghancuran trombosit terjadi karena adanya reaksi imun yang menyebabkan antibodi berikatan dengan trombosit oleh pengaruh obat tertentu kemudian trombosit tersebut akan dibersihkan oleh sistem retikuloendotelial. Kondisi ini ditandai dengan terjadinya petekia, lesi purpura, dan yang agak jarang ditemukan adalah terjadinya perdarahan intra cranial. Oleh karena itu pada perderita ITP sering juga ditemui perdarahan spontan lebam, gusi berdarah, mimisan, petechiae (baca: petikiay), titik merah kecil pada kulit, untuk perempuan terjadi mens berat, gejala perdarahan yang lebih parah di dalam mulut, darah dalam urin atau tinja dan sampai ke pendarahan di otak.


Waktu diskusi dengan teman saat pertemuan perdana sesama penderita ITP (di Pasar Karnival Kuningan Jakarta), ada yang unik yaitu trombositnya diketahui satu juta lebih. Ketika Evi membaca buku “Kedokteran Klinis”, Evi menemukan sebuah bacaan pada penyakit ‘Kelainan Sumsum Tulang’ atau disebut Mieloproliferatif. Yang termasuk dalam kelainan ini adalah polisitemia vera, trombositemia primer, mielofibrosis dan leukemia myeloid kronis.

Diagnosis penyakit kelebihan darah ini untuk Politemia Vera :

Hemoglobin : > 18 g/dL
Jumlah Eritrosit : 7-12 x 10^12 /L
Hematrokit : > 0.55
Trombosit : > 650.000 /UL atau > 650 x 10^9 /L
Jumlah Leukosit : 12 x 10^9 /L disertai basofil
Saturasi oksigen arteri : 92% (biasanya normal)
Skor alkali(fossatase leukosit) : > 100
B12 serum : Meningkat

Penyakit kelainan sumsum tulang ini biasanya timbul dengan gejala sumbatan pembuluh darah kecil dan jumlah trombosit yang sangat tinggi.


II.   Sistem immun itu apa?

Sistem immun itu adalah suatu mekanisme perlindungan di dalam tubuh kita dan siap bertindak begitu tubuh kita diserang oleh berbagai penyakit seperti virus, bakteri, mikroba, parasit dan polutan sehingga terjadilah proses penyembuhan.

Sedangkan autoimun adalah  suatu  sistem imun yang yang terganggu kemampuannya dalam mengenali benda-benda asing dengan bagian dari dalam tubuh sehingga berakibat menyerang sel atau jaringan dalam tubuhnya sendiri. Pada ITP, si autoimun menyebabkan platelet (trombosit) menjadi rendah.

Penyakit autoimun yang paling popular selain ITP adalah lupus. Pada lupus biasanya ditandai dengan pemeriksaan autoantibodi (autoimun) yang berlebihan dan menyerang organ dalam tubuh manusia. Tanda-tanda dan gejala ITP dan lupus hampir sama. Ada juga beberapa pasien ITP yang berubah menjadi lupus.

ITP dan lupus ini adalah penyakit autoimun yang unik dan hanya orang-orang tertentu yang mendapatkannya. Semakin cepat kita mengenali penyakit kita, maka semakin cepat kita obati, dan kita akan semakin sehat.

III.            Ciri-ciri Lupus dan ITP

Adapun ciri-ciri ITP adalah
-suhu badan normal. (Namun kadang pada pasien ada juga yang terdapat demam),
-tidak terdapat pembesaran limpa dan hati,
-BAB (feces) berwarna hitam (kadang-kadang ada juga pasien yang mengalami BAB berdarah),
-Adanya trombositopenia atau “small platelets” (jumlah trombosit <150 .000="" .="" br="" ul=""> Dari hasil laboratorium trombosit sering tidak normal dan selalu naik turun biasanya di bawah 20.000/ul (trombosit normal : 150.000-450.000/ul) dan leukosit (WBC) tinggi diatas 10.000/ul (leukosit normal : 4000-10.000/ul). Hemoglobin (hb) juga mempengaruhi seorang penderita ITP. Karena jika sangat kurang dari normal penderita bisa sangat lemas dan pingsan (normal hemoglobin, wanita : 12-16 g/dl, laki-laki : 13-18 g/dl, anak-anak < 11 tahun : 11-12.5 g/dl dan < 7hari : 17-22 g/dl, wanita hamil : 11-15 g/dl). Jika hemoglobin (hb) dibawah 7 g/dl maka biasanya akan dilakukan transfuse darah. Namun bila hb normal dan hanya trombosit saja yang rendah makatidak dilakukan transfuse darah. Kecuali ada perdarahan krusial pada bagian organ tubuh yang penting, biasanya dilakukan transfuse trombosit. Transfusi trombosit hanya bertahan tiga hari, karena tugas hanya untuk menutup luka pada perdarahan krusial tersebut. Selain itu, adanya juga keterangan eritrosit (RBC) tergambar anemia dengan 1 + Hypochromia. Tidak ada peningkatan hematokrit (HCT) dimana normal : laki-laki : 40-54 %, wanita : 36-47 % dan anak-anak : 32-42 %
-Gambaran klinik berupa perdarahan di kulit.
-Pada pemeriksaan sumsum tulang; megakarosit normal atau meningkat (Tapi pemeriksaan ini tidak harus dilakukan)

Sedangkan ciri-ciri lupus adalah
Menurut pedoman diagnosis SLE dari American Rheumatism Association (ARA). Diagnosis lupus adanya 4 dari 12 gejala:
1. Ruam kupu-kupu pada wajah (pipi dan pangkal hidung)
2. Ruam pada kulit
3. Luka pada mulut (biasanya tidak menimbulkan nyeri)
4. Cairan di sekitar paru-paru, jantung, dan organ lainnya
5. Artritis (artritis non-erosif yang melibatkan 2 atau beberapa sendi perifer, di mana tulang di sekitar persendian tidak mengalami kerusakan)
6. Kelainan fungsi ginjal, di mana kadar protein dalam air kemih >0,5 mg/hari atau +++,
7. Adanya elemen abnormal dalam air kemih yang berasal dari sel darah merah/ putih maupun sel tubulus ginjal
8. Fotosensitivitas (peka terhadap sinar matahari, menyebabkan pembentukan atau semakin memburuknya ruam kulit)
9. Kelainan fungsi saraf atau otak (kejang atau psikosa)
10. Hasil pemeriksaan darah positif untuk antibodi antinuclear
11. Kelainan imunologis (hasil positif pada tes anti-DNA rantai ganda, tes anti-Sm, tes antibodi antifosfolipid; hasil positif palsu untuk tes sifilis)
12. Kelainan darah, dimana terjadi anemia hemolitik, penurunan jumlah sel darah putih (lekopenia)
Selain itu pada lupus juga biasanya ditandai dengan :
- Ruam pada pipi dan hidung semakin parah di bawah sinar matahari. Ruam juga dapat meluas.
- Nyeri dada saat mengambil napas dalam
- Kelelahan
- Demam
- Mengalami ketidaknyamanan, kegelisahan, atau perasaan sakit (malaise)
- Rambut rontok
- Luka pada mulut
- Sensitif terhadap sinar matahari
- Pembengkakan kelenjar getah bening

Beberapa ciri-ciri di lupus masa sekarang ini terdapat juga pada pasien ITP. Sehingga diperlukan pemeriksaa laboratorium yang lengkap terutama pada bagian autoantibodi (autoimun).

IV.   PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah yaitu : 

1. Darah rutin (Hematologi Rutin) seperti:

-Eritrosit (RBC) : mengetahui kelainan sel darah merah yang berfungsi dalam transport oksigen ke tubuh. Normal : (male : 4.5-6,5 x 10^12/L dan female : 3.9 - 5.6 x 10^12/L)
-Hemoglobin -Hb- (HGB) : menentukan konsentrasi Hb (protein dalam eritrosit yang berfungsi membawa oksigen ke tubuh) pada kompoenn darah. Normal (male : 12.5-16.5 x 10^9 /L dan female: 11.5-15.5 x 10^9 /L)
-Leukosit (WBC) : mengetahui kelainan sel darah putih. Normal ( adults: 4000-10000 /UL dan children : 5000-15000 /UL)
-Trombosit (PLT) : melihat bagaimana kondisi keping-keping darah apakah mengalami gangguan pembekuan darah atau idak, pemantauan dan evaluasi perdarahan. Normal (150.000-450.000/UL)
-Hematrokit (HCT) : berguna menentukan keadaan anemia, kehilangan darah. Normal (male : 40-54%, female : 36-47% dan children : 32-42%)
-juga ada nilai-nilai MC antara lain : Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) yaitu menentukan rata-rata banyaknya hemoglobin (Hb) yang terdapat dalam eritrosit, mendiagnosis kelainan Hb seperti thalassemia dan Mean Corpuscular Volume (MCV) yaitu menetukan volume rata-rata sebuah eritrosit, mendiagnosis kelainan hemoglobin seperti thalassemia dan lain-lain
-Laju Endap Darah (LED) : mengukur laju pengendapan (dalam mm/jam) dari eritrosit pada suatu kolom darah yang diberi antikoagulan. LED meningkat yaitu menunjukkan meningkatnya kadar imunogloblin atau protein akut dan merupakan penanda nonspesifik dari adanya radang atau infeksi.

LED yang sangat tinggi (> 100mm/jam), menunjukkan :
a.myeloma multiple
b.lupus eritematosus sitemik (SLE)
c.arteritis temporalis
d.polimialgia reumatika
e.jarang, kanker atau infeksi kronis, termasuk tuberkulosis

2. Ferritin 
pemeriksan ini dilakukan untuk mengetahui cadangan besi (Fe) yang ada di dalam tubuh. -bila kekuarangan Fe akan kehilangan banyak darah dan jika kelebihan Fe akan menyebabkan gangguan hati, diabetes pada kehamilan, dll.

3.Tyroid Function (Free T3 MEIA, Free T4 MEIA, 3rd Generation TSH),
Pemeriksaan tyroid function (FT3, FT4, TSH) dilakukan untuk melihat perkembangan kelenjar hormon dalam tubuh kita. Karena hormon tiroid juga mempengaruhi kerja dari si autoimun dalam tubuh kita dan mempunyai hubungan dengan mekanisme defisiensi besi (anemia). Apalagi untuk pasien yang sering mengalami gejala seperti lemas, rambut rontoh, anemia, gangguan daya ingat, susah konsentrasi, gangguan siklus menstruari normal, tidak tahan panas matahari, tidak tahan dingin, denyut jantung lambat, depresi, nyeri sendi, sembelit, mengantuk, nafas pendek, penurunan libido, kram ototo, nyeri sendi, mual, muntah, diare, dll. Maka harus periksa tyroid function.

4. Autoimmune : ANA, Anti ds-DNA, Anti Sm, Anti SS-A (Ro) dan Anti SS-B (La),
Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan autoimun di dalam tubuh kita. Biasanya pada tahap awal dilakukan skrining yaitu dengan tes ANA, kemudian pemeriksaan Anti ds-DNA.
- Bila kedua tes ini negatif dan yang tidak normal hanya trombosit kita saja maka kemungkinan kita ITP, namun jika keduanya positif atau salah satunya ada yang positif kemungkinan kita kena lupus. Harus periksa pemeriksaan selanjutnya yaitu Anti Sm, Anti SS-A dan Anti SS-B.
- Bila kedua tes ini negatif tapi kita mengalami gejala-gejala lupus (lebih jelasnya baca : ) maka wajib periksa Anti Sm, Anti SS-A dan Anti SS-B.
Karena saya mengalaminya. Saya mencek lima pemeriksaan di atas, ternyata hasilnya semua negatif kecuali Anti Sm saya yaitu Equivocal. Dalam hal ini, saya masih kemungkinan dari ITP menuju lupus. Ada juga pasien lainnya, hasil pemeriksaan ANA, Anti ds-DNA, Anti Sm nya negatif, namun pada pemeriksaan Anti SS-A atau Anti SS-B nya postif. Maka jika positif, berarti ia lupus.
Pemeriksaan yang tepat dan lengkap lebih baik dilakukan bila ingin mengetahui kondisi tubuh kita dan memudahkan dokter dalam memberikan dosis obat. Alhamdulillah, sekarang (tahun 2012), kondisi saya sudah sehat Anti Sm negatif dan hematologi rutin saya normal. Semuanya sudah normal.


5. Kidney Function : Creatinine, Ureum dan GFR est (Cocokroft dan Gault),
Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat perkembangan dari ginjal kita agar dokter dapat melihat kondisi ginjal kita, apakah karena autoimun ginjal kita rusak dan juga untuk memudahkan dokter dalam memberikan dosis obat.

6. BMP (Bone Marrow Procedure)

BMP adalah proses pengambilan cairan sumsum tulang belakang. BMP dapat dilakukan jika segala cara telah dilakukan sampai pemberian obat dan pemeriksaan darah tidak menunjukkan efek kebaikan pada pasien. Oleh sebab itu, untuk mengetahui jenis penyakit di dalam tubuh pasien dilakukan pemeriksaan bone marrow (pengambilan cairan sumsum tulang belakang). Hal ini karena dicurigai ada penyakit lain selain ITP.

Semua pemeriksaan ini dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing penderita dan sesuai dari dokter hematologi yang bersangkutan. Karena tiap dokter berbeda cara pengobatannya.
Alhamdulillah Evi yang ditangani oleh Dr.Gino Tann, Sp.PK, M.D., FISH, Ph.D (London), Hematologies Oncologiest, belum pernah melakukan BMP.  Evi hanya melakukan pemeriksaan dari nomor satu sampai lima. Sedangkan nomor enam (BMP) tidak dilakukan karena belum perlu. Sebab pada pasien autoimun cukup hanya melakukan pemeriksaan 1-5 itu di awal-awal dan selanjutnya diberikan obat. Bagi Evi, BMP itu lumayan menakutkan walaupun tidak sakit (lebih jelasnya lihat video berikut : ).  Saya yakin dengan lima pemeriksaan di atas cukup bisa untuk mengetahui sakit kita dengan jelas pada awal pemeriksaan.

V.   PEMBERIAN OBAT

Untuk pengobatan pada setiap pasien berbeda-beda tergantung bagaimana tingkat keluhan sakit yang di derita. Hal itu dapat diketahui dari pemeriksaan hasil laboratorium darah kita. Biasanya dokter memberikan obat-obatan kortikosteroid untuk menekan radang dan obat untuk menekan autoimun di dalam tubuhnya.

Ada beberapa jenis kortikosteroid yaitu:
kortikosteroid mata
Obat ini menekan reaksi inflamasi pada konjungtiva guna meredakan gejala mata merah
seperti : betamethasone, dexamethasone, fluorometholone, hydrocortisone dan prednisolone
hormon kortikosteroid
Kortikosteroid, seperti betamethasone, dexamethasone, hydrocortisone, methylprednisone, prednisone, prednisolone, triamcinolone, digunakan dalam kasus alergi berat
kortikosteroid topical
Obat ini membantu mengurangi rasa gatal yang diakibatkan oleh berbagai kondisi alergi pada kulit dan mukosa. Kortikosteroid topical yang digunakan untuk pengobatan alergi, meliputi amcinonide, betamethasone, clobetasone, desoximetasone, dexamethasone, diflucortolone, flumetasone.

Kortikosteroid yang biasa sering dipakai untuk pengobatan ITP di Indonesia adalah yang kandungannya methylprednisolone atau dexamethasone. Ada banyak macam merk dagang mulai dari generik sampai paten untuk jenis kortikosteroid ini. Namun obat korteskosteroid ini mempunyai efek samping terutama bagi penderita dianataranya menyerang di lambung. Oleh sebab itu, sering dokter memberikan obat lambung, biasanya yang kandungannya “omeprazole” atau "ranitidin". Namun, semua ini juga kembali ke tingkat parah/ ringan sakit. Karena masih ada lagi jenis-jenis obat anti radang lainnya.

Obat-Obat yang sering saya konsumsi adalah :
1.  Medrol
Obat ini digunakan untuk menekan radang kita. Bentuknya tablet, ada 4mg dan 16 mg.
Biasanya diberikan dokter saya jika saya pengobatan rawat jalan. Namun, bila saya rawat inap, biasanya diberikan suntikan "dexamethasone" melalui infus. Sangat bagus sekali untuk menekan radang kita.

2. Ranitidin
Obat ini digunakan untuk melindungi lambung kita dari efek samping medrol yang sensitif menggangu lambung. Jadi kita perlu ranitidin. Banyak merk obat lain untuk melindunginya.

3. Maltofer
Obat ini digunakan untuk melindungi cadangan zat besi dalam tubuh kita. Sehingga hb normal dan trombosit bisa berangsur-angsur stabil.

4. Imuran
Obat ini digunakan untuk mengobati beberapa macam sakit autoimun seperti ITP, AR, SLE, anemia hemolitik, hepaitits kronik dan transpalasi organ. Namun, saya konsumsi obat ini hanya tiga minggu saja karena saya tidak cocok mengkonsumsinya. Namun, pasien lain saya lihat cocok. (jadi disesuaikan dengan tubuh masing-maisng pasien).

Itu obat-obat utama yang biasa saya konsumsi. Sedangkan obat lainnya adalah penunjang bagi tubuh saya. Seperti :
1. INH
Obat ini saya konsumsi jika saya ada mengalami batuk.
2. Claritin
Obat ini saya konsumsi jika ada mengalami alergi, rasa gatal, rasa terbakar, penyakit urtikaria (alargi makanan seperti biduran) dan gangguan dermatologi lainnya.
3. Valtrex
Obat ini saya konsumsi jika ada gangguan dari virus herpes. Penyakit autoimun (ITP atau lupus) mudah tertular virus herpes dari berbagai media baik makanan, udara atau hewan.
4. Ciprofloxacin
Obat ini saya konsumsi bila saya mengalami mencret atau terdapat helicobakteri pylori yang aktif di dalam perut.


Pengobatan Herbal dan Bahan Alami

Beberapa sebagian orang juga mencoba berbagai pengobatan herbal seperti tusuk jarum, sarang semut, bekam, Fu Fang Enjiao Jiang, tapi untuk tusuk jarum dan bekam bila ingin dilakukan harus ada syarat di mana trombosit minimal 150.000 karena resiko perdarahan akan sangat mungkin terjadi. Ada juga menggunakan nutrisi alamiah seperti banyak makanan sayuran, daun katuk, buah bit, kol ungu, jus wortel, jus tomat, bayam merah, dan ikan gabus.

Untuk herbal merek apapun, saya tidak rekomendasikan. Karena hal itu cocok dan tidak cocok pada kondisi masing-masing pasien. Ada yang buat sakit tambah parah, dan ada yang buat sembuh. Jadi saya tidak menyarankan Anda untuk konsumsi herbal saat baru awal menderita sakit ini. Adapun jika ingin berani konsumsi herbal, perhatikan terus perkembangan tubuh kita. Jika ada gejala sesuatu yang aneh pada diri kita, maka hentikan konsumsi herbal tersebut. Lebih aman dan baik adalah konsumsi bahan-bahan alami yang segar (organik) untuk tubuh kita.

Alhamdulillah saat Evi buat catatan mengenai riwayat hidup Evi pernah kena ITP. Ada seorang sahabat di FB memberikan resep yang sudah Evi uji pada diri sendiri dan juga pada beberapa orang. Resep ini pernah juga dipraktikkan oleh seorang teman yang memiliki sakit Leukimia dengan HB sejumlah 2. Semua dokter udah pasrah dengan kondisinya pada saat itu,  namun setelah minum resep ini, hb-nya naik. Subhanallah, MahaSuci Allah, HBnya naik menjadi 8. Hingga 2 tahun terakhir ini hidupnya kembali normal. Juga pernah diberikan ke pasien DHF. Saat masuk Rumah Sakit, belum ada dia menginap 1 hari, besok paginya dia sudah bisa pulang. Alhamdulillah setelah evi meneliti resep ini pada diri sendiri, sekarang trombosit Evi bisa naik hingga 145.000/µL. Dan 2 minggu lalu Evi cobakan kepada adek junior yang kena gejala LUPUS bahkan ada indikasi dari pemeriksaan laboratoriumnya yaitu fibrolipoma. Dalam kamus kedokteran, Evi membaca bahwa fibrolipoma itu adalah tumor lemak di dalam kulit dalam jaringan ikat di bawah kulit. Alhamdulillah, sekarang kondisinya semakin lebih baik.

Selain mengkonsumsi kurma ajwa (kurma Rasul), ada beberapa makanan yang harus dihindari diantaranya  yaitu makanan dan minuman yang asam-asam dan yang mengandung susu. Juga yang berpengawet, pewarna dan penyedap rasa. Selain makanan yang dihindari, agar tubuh makin sehat maka usahakan makan sayur dan buah tiga kali sehari, kurangi makan nasi putih untuk menghindari glukosa tinggi agar tidak terjadi komplikasi diabetes, serta olah raga yang cukup. Olah raga yang bisa dijalani adalah aerobik, renang, jalan pagi, lari, yoga, dan lain-lain sesuai keadaan tubuh masing-masing pasien. Bila keluar dari rumah dan berhdapan dengan matahari langsung, maka harus memakai sunscreen atau sunblock dengan spf minimal 50. Sebab penyakit ITP atau lupus itu mengalami sensitivitas matahari. Lakukan juga terapi self healing. Ada banyak terapi self healing yang saya praktikkan seperti SEFT, Quantum Love Teraphy, Hypnoteraphy, dan Vizualitation Teraphy. Hal ini membuat pikiran kita tenang, nyaman, dan kita juga bis amenyembuhkan diri kita sendiri disamping bantuan obat-obatan dan nutrisi di dalam tubuh.

Sebenarnya menjalani resep pengobatan apapun harus dengan keyakinan bahwa kita akan sembuh. Tentunya juga sembari melakukan do’a, usaha dan pasrah pada Sang Pencipta.

Ramuannya:
1.Ambil buah kurma utuh yang kualitasnya bagus (kurma Madinah atau biasa yg dijual di Indonesia disebut kurma Rasul atau Kurma Ajwa) sebanyak 10 biji
2.Belah-belah lalu diseduh dengan air mendidih 1 gelas bersama dengan biji kurma tersebut.
3.Tutup dan tunggu hingga dingin.
4.Minum airnya dan makan buah kurmanya
5.Lalukan sekali setiap hari.
6.Dan jangan lupa, membaca doa-doa kesembuhan serta ayat-ayat kesembuhan baik sekali jika dibacakan pada ramuan yang akan kita minum.

catatan : buah kurma ajwa juga boleh dimakan sebagai cemilan. Itu sangat bagus juga.

Bagi umat muslim bisa membaca surat Al Fatihah bersama do’a berikut ini :

.... Anni massaniyadhdhurru wa anta arhamurraahimiin.

"... (Ya Tuhanku), sesuangguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua yang penyayang". (QS. Al-Anbiya [21] : 83)

Allaahumma rabbannaasi, adz-hibil ba’sa, isyfi antasysyaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughaadiru saqamaa.

"Ya Allah, Tuhan pemelihara manusia, hilangkan bahaya (kejahatan dan penyakit), sembuhkanlah karena hanya Engkaulah yang bisa menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-MU. Kesembuhan yang tidak menunggalkan satu penyakit pun" (Muttafaqun'alaih)

Sahabatku, tiap-tiap umat memiliki ujian dan cobaan yang berbeda-beda. Tetap semangat, jangan stress, jangan pernah bebankan pikiran dengan sesuatu yang berat, hindari trauma, hindari sakit flu. Yakinlah bahwa. Yang Maha Kuasa telah menurunkan sakit pada hamba-Nya beserta obatnya.

Makanan dan minuman yang biasanya saya santap di rumah:

Menurut saya selain menjaga tubuh dari makanan yang dihindari dan pola hidup sehat, saya saat ini lebih cocok minum jus wortel dan makan kurma ajwa (sekilo bisa 300ribu) untuk menaikkan trombosit (sehingga trombosit dalam tubuh stabil diatas 100ribu). Selain itu saya konsumsi sayur sup (berisi wortel, buncis, brokoli), sayur rebusan seperti bayam hijau, bayam merah, dan sayuran hijau lainnya. Setiap pagi dan sore (selama enam bulan) saya makan telur ayam kampung yang direbus matang. Lalu makan buah-buahan seperti pisang, melon, buah naga merah atau buah pir. Nasi putih saya kurangi hanya dua sendok makan saja sedangkan tahu dan tempe saya banyakin. Karena nasi mengandung glukosa paling tinggi. Untuk kulit yang kering, saya sering olesi setiap hari virgin olive oil (minyak zaitun asli yang dari Arab atau spanyol). Kadang-kadang saya juga mau minum virgin olive oil dan madu hutan liar.

Semoga apa yang berikan melalui catatan ini menambah ilmu pengetahuan dan wawasan kita. Semoga persahabatan kita semakin erat. Jangan pernah malu dengan sakit sendiri karena kita masih memliki banyak teman dan kita masih memiliki Tuhan di hati kita kita masing-masing. Iman harus di jaga dalam hati. Jadikan sakit ini adalah teman dalam kehidupan kita. Semangat ^_^

Semoga tulisan-tulisan ini suatu saat dapat Evi buatkan menjadi sebuah buku. Amin ya rabbal'alamin

Teman-teman juga bisa membaca cerita lain tentang ITP pada link di bawah ini atau bisa klik label ITP maka akan keluar tulisan-tulisan tentang ITP.

 Cerita Awal Menderita ITP [Kesabaran Penuh Nikmat dan Karunia] 

ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpurae) [bagian 1] 

Dahsyatnya Kekuatan Cinta dan Maaf; Trombosit Naik

Tips Tetap Fit Bagi Penderita Autoimun (Lupus dan ITP) 

Demam Panjang dan Trombosit Rendah, Waspada Itu Lupus

Herbal yang Tidak Cocok Bagi Autoimun (Lupus atau ITP)

Jawaban dari Pertanyaan Seputar Imunitas dan Herbal 

Semangat Untuk Bertahan Hidup


Faktor-Faktor Penyebab Susah Tidur


Bagi teman-teman yang ingin pengetahuan lebih lanjut tentang ITP bisa hubungi saya lewat email : evi_andriani55@yahoo.com. atau  SMS/WA ke : 081315443133.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Salam santun
~Evi A.~
Medan, 10 Februari 2011

Referensi buku yang Evi baca :
1. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi
2. Kamus kedokteran
3. Hemostasis dan Trombosis Edisi Keempat, Editor : Rahajuningsih D. Setiabudy
4. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam, Penulis : Dr. W. Herdin Sibuea, Dr. Marulam M, Penggabean, Dr. S.P. Gultom
5. Kedokteran Klinis Edisi Keenam (Lecture Notes on Clinical Medicine), Penulis : David Rubenstein, David Wayne, John Bradley
6. Buku Saku Hematologi Edisi 3 (House Officer Seres Hematology), Penulis : Larry Waterbury, M.D.
7. http://infolaboratoriumkesehatan.wordpress.com/2012/05/
blog comments powered by Disqus